LombokPost - Terduga pelaku pencabulan berinisial MZ diamankan polisi.
Pria, 35 tahun itu nyaris dihakimi warga di Jalan Udayana, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Sabtu (4/4).
"Kami lakukan tindakan pengamanan untuk menghindari masyarakat main hakim sendiri," kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma, Minggu (5/4).
Baca Juga: Pimpinan Ponpes di Loteng Ditahan Polisi Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Pelecehan Seksual
Dugaan pencabulan terjadi sekitar pukul 07.30 Wita. Awalnya pria asal Batukliang, Lombok Tengah (Loteng) itu berjalan-jalan di wilayah Jalan Udayana.
"Pelaku melihat korban yang berusia 15 tahun tengah beristirahat di sebuah berugak di warung di Jalan Udayana," terangnya.
Pelaku lalu meraba korban yang sedang beristirahat karena kecapean lari pagi. Korban pun langsung teriak minta tolong.
Baca Juga: Polda Akan Turun Olah TKP Terkait Dugaan Pelecehan Seksual yang Dilakukan WNA Selandia Baru
"Kebetulan aksinya itu juga dilihat warga sekitar," kata dia.
Pelaku MZ berupaya kabur dari kejaran warga. Namun, berhasil ditangkap. "Disitulah pelaku nyaris dihakimi massa," bebernya.
Polisi yang menerima informasi langsung mengamankan pelaku. Tim Satreskrim Polresta Mataram pun menginterogasi pelaku. "Dia mengakui tindakan pelecehan seksual yang dilakukan," ungkapnya.
Baca Juga: Bule Selandia Baru Dilaporkan ke Polda NTB Terkait Pelecehan Seksual
"Saat itu korban, seorang remaja perempuan berusia 15 tahun, tengah beristirahat di sebuah berugak di warung kawasan Udayana," sambung dia.
Korban mengaku disentuh pelaku hingga tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual. Setelah menyadari hal tersebut, korban menjauh, namun kejadian itu diketahui warga sekitar.
"Terduga sempat mencoba melarikan diri saat warga mengetahui kejadian tersebut, namun berhasil diamankan warga dan hampir menjadi sasaran amukan massa sebelum petugas tiba," terangnya.
Pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi yang melihat peristiwa tersebut guna memenuhi proses penyidikan. "Pelaku ini meraba area sensitif. Kami masih kumpulkan bukti," kata dia
Polisi juga nantinya akan memeriksa korban. Pihak kepolisian mempersiapkan ahli psikologi. "Semua masih pendalaman," tandasnya. (arl/r5)
Editor : Redaksi