Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat, Polisi Sita Kabel Cokrol dan CCTV

Suharli Harli • Rabu, 20 Mei 2026 | 09:24 WIB
SITA BARANG BUKTI: Tim Inafis Polresta Mataram menyita sejumlah barang bukti saat melakukan olah TKP di kos korban mahasiswi Unram, Senin (18/5) lalu. (Harli/Lombok Post)
SITA BARANG BUKTI: Tim Inafis Polresta Mataram menyita sejumlah barang bukti saat melakukan olah TKP di kos korban mahasiswi Unram, Senin (18/5) lalu. (Harli/Lombok Post)

LombokPost-Penyidik Satreskrim Polresta Mataram masih mendalami kasus kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Nadya Dwi Ramadhany.

Dari hasil olah TKP di kamar kos korban di Jalan Sakura VII, Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, polisi menyita sejumlah barang bukti.

"Ya, kami ada mengamankan kabel cokrol," kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP, Sabtu (19/5). 

Kabel cokrol diduga memiliki keterkaitan dengan kematian korban. "Itu masih kita dalami," jelas dia. 

Apakah korban meninggal karena dicekik menggunakan kabel cokrol tersebut? Dharma belum bisa memastikan. Dia tidak ingin mendahului proses penyelidikan. "Semua itu akan dicocokkan apakah digunakan sebagai alat," ujaf Dharma. 

Sampai saat ini, Dharma mengaku belum menerima hasil visum maupun otopsi dari dokter forensik. "Kami masih menunggu hasilnya," kata dia. 

Baca Juga: Jenazah Mahasiswi Unram Diserahkan ke Keluarga, Polisi Temukan Ada Tindak Pidana

Hasil tersebut nantinya akan dicocokkan dengan hasil olah TKP. Sehingga bukti petunjuk bisa sinkron dengan gambaran fakta yang diungkapkan sejumlah saksi. "Nanti saja kita lihat," ujarnya. 

Selain itu, penyidik juga sudah menyita bukti rekaman CCTV. Bukti CCTV itu diambil di sepanjang Jalan Sakura di wilayah Gomong, Kota Mataram. "Video CCTV itu masih kita analisa," terangnya. 

Selama proses penyelidikan, sejumlah saksi-saksi yang berada di kos-kosan tersebut juga sudah dimintai keterangan. "Dari keterangan tetangga kosnya, sempat melihat korban terakhir pada Jumat sore (16/5) lalu," kata dia. 

Namun setelah itu, saksi pulang kampung karena hari libur dan tidak mengetahui lagi kondisi korban hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia. "Kami masih dalami semua petunjuk yang ada," tegasnya. 

Tim juga sudah memintai keterangan temannya yang lain. "Ada tambahan saksi kita periksa," ujarnya.

Di sisi lain, berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban ditemukan meninggal dalam keadaan tidak wajar.

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, termasuk hasil autopsi yang kami terima, terdapat dugaan yang mengarah pada unsur tindak pidana,” Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi. 

Diketahui, jenazah mahasiswi semester VI dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram tersebut ditemukan, Senin dinihari (18/5).

Mahasiswi asal Sumbawa Barat ini ditemukan dalam keadaan menggunakan pakaian dalam dan terlentang dengan kepala menghadap utara di atas kasur kamar kosnya. 

Baca Juga: Mahasiswi Unram Ditemukan Meninggal, Motor dan HP Hilang

Awalnya, salah seorang saksi yang ada di Jakarta menelpon korban, Jumat (16/5) malam.

Namun, handphone korban tidak aktif.  Sehingga menghubungi keluarganya di rumah. Pihak keluarga datang ke kos korban keesokan harinya. 

Pihak keluarga pun menggedor pintu kamar kosnya, namun tidak menyahut. Korban juga ditelpon, handphone-nya tidak aktif.

Pihak keluarganya pun yang datang bersama teman korban berinisiatif melihat kondisi kamar kos dari ventilasi kamar. Saksi mencium aroma tidak sedap. 

Kemudian, menyenter ke dalam kamar dan terlihat korban tergeletak di atas kasur.  Pihak keluarga korban dan temannya pun meminta kunci kamar cadangan agar kamar kos bisa dibuka.

Setelah pintu kamar kos dibuka, korban ditemukan telah meninggal. Pihak pemilik kos pun berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk melaporkan adanya penemuan mayat ke Polsek Selaparang. (arl/r5)

Editor : Kimda Farida
#Polresta Mataram #otopsi #Mahasiswi Unram #pembunuhan #visum