Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengacara Buat Sayembara Sepeda Motor Mahasiswi Unram yang Dibunuh, Masyarakat yang Temukan Diberikan Uang Rp 20 Juta

Suharli Harli • Minggu, 12 Juli 2026 | 17:39 WIB
INI SEPEDA MOTORNYA: Korban pembunuhan Nadya menggunakan sepeda motornya sendiri sebelum ditemukan meninggal di kamar kosnya, wilayah Gomong, Kota Mataram. (ANTON FOR LOMBOK POST)
INI SEPEDA MOTORNYA: Korban pembunuhan Nadya menggunakan sepeda motornya sendiri sebelum ditemukan meninggal di kamar kosnya, wilayah Gomong, Kota Mataram. (ANTON FOR LOMBOK POST)

LombokPost - Satreskrim Polresta Mataram belum juga menemukan sepeda motor milik mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Nadya Dwi Ramadhany yang diduga dibunuh.

Pihak pengacara keluarga korban melakukan sayembara terhadap sepeda motor.

"Bagi siapa saja yang menemukan sepeda motor korban, kami akan berikan hadiah berupa uang Rp 20 juta langsung dari pribadi saya," kata Penasihat Hukum keluarga Nadya, Lalu Anton Hariawan, kemarin.

Sepeda motor milik korban mereknya Beat Pop berwarna biru. Plat nomor kendaraannya EA 6129 KB.

"Jika ada yang menemukan sepeda motor itu, kami minta masyarakat untuk datang langsung ke kantor DPD KAI NTB di Jalan Bung Karno Nomor 10 Kota Mataram," imbaunya.

Sepeda motor tersebut merupakan bukti petunjuk dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

"Kita harus sama-sama membantu kepolisian untuk mengungkap kasus ini," kata dia.

Baca Juga: Dr. Lalu Anton Jadi Kuasa Hukum Orang Tua Almarhumah Nadya, Mahasiswi Unram yang Diduga Dibunuh di Kosnya

Berdasarkan pengamatan media ini saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hanya di kamar kos Nadya yang memiliki akses menaikkan sepeda motor ke kamar kosnya.

Akses itu terbuat dari papan. "Memang saat korban tidak menggunakan sepeda motornya, tetap disimpan di dalam kamar kosnya," jelasnya.

Hal itu juga sudah disampaikan ibu korban, Heni Widiawati kepada dirinya.

"Jadi, hanya di kos korban memiliki alat untuk menaikkan sepeda motor ke dalam kamar kos, yang lain tidak ada. Tetapi, kok bisa hilang," ujarnya.

Tidak hanya sepeda motor yang hilang. Melainkan juga ada handphone korban yang sampai saat ini belum ditemukan.

"Menurut saya, pelakunya ini cukup pintar. Dia akan mengarahkan ke tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas)," ujarnya.

Padahal di dalam kamar korban juga terdapat laptop. Tetapi, laptop korban malah tidak hilang.

"Kalau menurut saya ini murni kasus pembunuhan," jelasnya.

Ibunya korban juga menceritakan, pernah bermimpi didatangi Nadya. Dalam mimpinya Nadya menyebut nama pelaku yang membunuhnya.

"Jadi pelakunya ada dua orang. Satu pelaku berbadan tubuh besar," kata dia.

Menurutnya, mimpi ibu korban bisa saja menjadi petunjuk.

Namun, hal itu perlu dibuktikan berdasarkan alat bukti hasil penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian.

 "Makanya kami perlu melakukan hearing ke penyidik Polresta Mataram yang menangani kasus itu," kata dia.

Baca Juga: Sebulan Lebih Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram Nadya Belum Juga Terungkap 

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan penyidik Satreskrim Polresta Mataram. Pihaknya sudah dijadwalkan bertemu, Senin (13/7).

"Besok ini, jam 10 kami dan keluarga korban akan hearing ke Polresta Mataram. Mempertanyakan hasil penyidikannya," ujarnya.

Anton mengatakan, dari koordinasi melalui handphone dengan penyidik, pihaknya belum melakukan gelar perkara penetapan tersangka di kasus tersebut.

"Katanya tinggal sebentar lagi. Untuk lebih pastinya, besok (Senin, 13/7) kami akan sampaikan setelah melakukan hearing," ujarnya. 

Diketahui, jenazah mahasiswi semester VI dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram tersebut ditemukan Minggu (17/5) dini hari.

Dia ditemukan hanya menggunakan pakaian dalam dan terlentang dengan kepala menghadap utara di atas kasur kamar kosnya. 

Awalnya, salah seorang saksi dari rekannya yang ada di Jakarta menelpon korban, Jumat (15/5) malam. Namun, handphone korban tidak aktif. 

Sehingga menghubungi keluarganya di rumah. Pihak keluarga datang ke kos korban keesokan harinya. 

Baca Juga: Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat, Polisi Sita Kabel Cokrol dan CCTV

Pihak keluarga pun menggedor pintu kamar kosnya. Namun, tidak menyahut. Korban juga di telepon, handphone-nya tidak aktif.

Pihak keluarganya pun yang datang bersama teman korban berinisiatif melihat kondisi kamar kos dari ventilasi kamar. Saksi mencium aroma tidak sedap. 

Lalu mencoba untuk menyenter, terlihat korban tergeletak di atas kasur. 

Pihak keluarga korban dan temannya pun meminta kunci kamar cadangan agar kamar kos bisa dibuka.

Setelah pintu kamar kos dibuka, mahasiswi asal Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat itu ditemukan telah meninggal.

Pihak pemilik kos pun berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat untuk melaporkan adanya penemuan mayat ke Mapolsek Selaparang. (arl)



Editor : Kimda Farida
#Nadya Dwi Ramadhany #lalu anton hariawan #dibunuh #sayembara #Mahasiswi Unram