Penyakit bel's palsy merupakan penyakit gangguan pada otot dan saraf yang diakibatkan oleh beberapa faktor. Hal ini dirasakan Anja Kusuma, 30 tahun.
Ditemui di sela-sela kesibukannya, Anja yang bekerja sebagai supir di salah satu perusahaan ini mengatakan, dokter memberi tahu dirinya bahwa penyakit ini ia dapatkan dari rutinitas yang sering terpapar oleh Air Conditioner (AC) saat berkendara.
Beruntung bagi Anja, hanya mengandalkan kartu JKN-KIS, dia bisa melakukan pengobatan rutin seperti terapi dan perawatan lainnya. “Saat itu kejadiannya sangat tiba-tiba, mulut saya terasa agak miring dan mata tidak dapat dikedipkan. Setelah melalui pemeriksaan oleh dokter saraf, saya didiagnosa terkena penyakit bell's palsy yang disebabkan oleh paparan AC secara langsung," tutur Anja.
Dokter menyarankan untuk melakukan fisioterapi secara rutin agar dapat kembali normal. Sejak saat itu, dirinya langsung khawatir apakah pengobatan fisoterapi dapat dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan atau tidak. Namun, setelah ia mencari informasi, ternyata pengobatan fisioterapi dan seluruh biaya perawatan bisa dijamin penuh BPJS Kesehatan.
Sampai dengan saat ini, Anja terus melakukan terapi yang disarankan dokter. Karena penyakit bell's palsy ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat si penderita kembali normal. Anja pun tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menanggung seluruh biaya pengobatannya sampai dengan saat ini.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menjamin penuh biaya pengobatan saya. Kalau tidak JKN-KIS ini mungkin sudah berapa puluh juta biaya yang saya keluarkan untuk pengobatan ini. Karena saya tahu, biaya fisioterapi saya tidak murah," ucapnya
Anja merasa sangat bersyukur memiliki kartu JKN-KIS. "Saya berharap BPJS Kesehatan akan terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan seperti saya,” tutup Anja mengakhiri percakapan. (ton/adv/r10)
Editor : Baiq Farida