Akibatnya, dalam hitungan menit saja, sel-sel otak mulai mati. Penyakit stroke kini dapat menyerang segala usia. Meski umumnya banyak orang yang sudah berusia lanjut yang mengalami penyakit stroke ini.
Seperti dialami Muhammad Amin Anwar, 72 tahun, salah satu warga Kota Mataram. "Saya merasakan serangan stroke sekitar sebulan yang lalu, saat sedang melakukan aktivitas di rumah," tuturnya.
Ia mengungkapkan kejadiannya begitu cepat dan mendadak. Dirinya merasakan kesemutan di tangan dan kaki sebelah kanan sampai tidak bisa digerakan. Setelah itu ia tidak sadarkan diri.
Tiba-tiba setelah sadar, ternyata ia sudah berada di puskesmas. Pihak puskesmas pun segera merujuknya ke rumah sakit karena kondisi yang tidak bisa ditangani di puskesmas. “Setelah saya di rumah sakit, dokter dan perawat pun secara sigap menangani saya. Syukurnya saya telah memiliki JKN-KIS yang saya dapat dari tempat saya bekerja," ungkapnya.
Amin merupakan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
Setelah dua minggu dirawat, dokter pun mengizinkan Amin pulang dan melakukan rawat jalan. "Mulai dari ambulans yang saya gunakan dari puskesmas menuju rumah sakit, sampai dengan perawatan di rumah sakit selama dia minggu, tidak ada biaya yang saya keluarkan. Karena semua biaya sudah ditanggung penuh BPJS Kesehatan,” tutur Amin.
Amin pun tidak merasakan perbedaan pelayanan saat ditangani di puskesmas dan rumah sakit. Menurutnya pelayanannya sudah cukup memuaskan.
Ucapan terima kasih tak lupa ia sampaikan kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu pengobatannya sampai dengan saat ini. “Tidak ada perbedaan yang saya rasakan selama di rawat di rumah sakit. Dokter dan perawat yang baik dan ramah, serta pelayanan yang cepat selalu saya rasakan setiap hari," syukurnya.
Amin merasa sangat puas dengan pelayanan yang diterimanya walaupun ia menggunakan JKN-KIS. Berkat JKN-KIS pula semua biaya perawatannya ditanggung. "Tidak bisa saya bayangkan apabila saya tidak memiliki JKN-KIS, mungkin saya tidak mampu membayar semua biaya perawatan dan pengobatan saya samapi dengan saat ini. Terima kasih BPJS Kesehatan yang telah menjamin biaya pengobatan saya,” tutup Amin menceritakan pengalamannya menggunakan JKN-KIS. (ton/adv/r10)
Editor : Baiq Farida