Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ngopi Setiap Hari, Aman, Bahaya, atau Cuma Mitos? dr Tirta Buka Suara

Alfian Yusni • Selasa, 27 Mei 2025 | 18:31 WIB

Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa alami seperti asam klorogenik yang bersifat antioksidan. Senyawa ini berperan melawan radikal bebas dalam tubuh. (freepik)
Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa alami seperti asam klorogenik yang bersifat antioksidan. Senyawa ini berperan melawan radikal bebas dalam tubuh. (freepik)

LombokPostKopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern. Mulai dari teman begadang, penyemangat kerja, hingga pelengkap obrolan santai di kafe, minuman berkafein ini punya tempat istimewa di hati banyak orang.

Namun, di balik popularitasnya, pertanyaan soal keamanan konsumsi kopi setiap hari masih sering mencuat. Apakah kopi aman dikonsumsi harian? Adakah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai?

Menjawab hal tersebut, dokter sekaligus edukator kesehatan yang aktif di media sosial, dr Tirta Mandira Hudhi, lebih dikenal sebagai dr Tirta, memberikan penjelasan melalui kanal YouTube miliknya, Tirta PengPengPeng.

Baca Juga: Microsoft Resmi Hadirkan Cloud Region Pertama di Indonesia, Targetkan 1 Juta Talenta Digital

“Secara umum, kopi aman dikonsumsi setiap hari, asalkan tidak memiliki masalah kesehatan tertentu,” jelas dr Tirta.

Menurutnya, orang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan irama jantung (aritmia), atau masalah lambung seperti GERD, boleh saja menjadikan kopi sebagai bagian dari rutinitas harian.

Batas Aman Konsumsi Kafein

dr Tirta mengingatkan bahwa batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah 400–500 miligram per hari.

Baca Juga: Lewat video musik, Hey Kamu, Suli Sampaikan Sindiran Tajam

Jumlah ini setara dengan sekitar 3–4 cangkir kopi hitam, tergantung kekentalan dan jenis kopinya.

Kafein sendiri adalah stimulan alami yang dapat meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, serta performa fisik.

Oleh karena itu, kopi sering direkomendasikan untuk dikonsumsi sebelum beraktivitas berat, seperti olahraga atau bekerja dengan fokus tinggi.

Baca Juga: Pegawai Bank Indonesia Tewas Diduga Bunuh Diri Lompat dari Helipad BI Pusat

 

Waspadai Campuran Gula Berlebih

Meski begitu, dr Tirta mengingatkan agar hati-hati dengan jenis kopi yang dikonsumsi. Kopi yang dicampur dengan gula berlebih bisa memberikan efek sebaliknya.

“Kalau kopinya dicampur gula terlalu banyak, efek dari kafein bisa tertutupi oleh lonjakan gula darah. Konsumsi gula tinggi secara rutin justru memicu risiko kesehatan lainnya,” ujarnya.

Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa alami seperti asam klorogenik yang bersifat antioksidan. Senyawa ini berperan melawan radikal bebas dalam tubuh.

Baca Juga: Ustad Abdul Somad Dapat Rp400 Juta dari YouTube, Tapi Tak Ambil Seperak pun

Cara Terbaik Menikmati Kopi

dr Tirta menegaskan bahwa cara penyajian juga berpengaruh pada manfaat kesehatan kopi. Ia menyarankan untuk mengonsumsi kopi hitam tanpa gula, krimer, atau pemanis buatan sebagai pilihan paling sehat.

Sementara itu, kopi instan yang dicampur susu kental manis atau tinggi lemak sebaiknya dibatasi jika dikonsumsi setiap hari.

Kopi bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat selama dikonsumsi dengan bijak: perhatikan kondisi tubuh, batasi jumlah harian, dan pilih penyajian yang tepat.

Jika memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau gangguan lambung, ada baiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum menjadikan kopi sebagai rutinitas harian. (***)

Editor : Alfian Yusni
#minum kopi #kopi #rutinitas harian #dr Tirta #ngopi