Kepastian itu disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr Prima Yosephine. Ia menyebut, subclade K terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium sejak 25 Desember 2025.
“Balai Besar Laboratorium Kesehatan telah menemukan Influenza A (H3N2) clade 3C.2a1b.2a.2a.3a 1/K atau subclade K,” ujar Prima, Selasa (30/12).
Kasus Sudah Tersebar di 8 Provinsi
Data Kemenkes hingga akhir Desember 2025 mencatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Mayoritas pasien adalah perempuan dan kelompok usia anak. Meski demikian, Kemenkes menegaskan tren kasus influenza nasional justru menurun dalam dua bulan terakhir.
Apa Itu ‘Super Flu’?
Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Hingga kini, varian ini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.
Dokter spesialis paru dr Erlina Burhan menjelaskan, virus influenza memang memiliki kemampuan bermutasi secara berkelanjutan melalui proses antigenic drift.
“Perubahan struktur antigen membuat virus tidak sepenuhnya dikenali sistem imun, termasuk pada orang yang sudah divaksin influenza,” jelasnya.
Kondisi ini membuat infeksi subclade K berpotensi menimbulkan gejala lebih berat dibanding flu musiman.
Gejala Bisa Lebih Berat
Dokter spesialis paru RS Paru Persahabatan Agus Dwi Susanto menyebut, infeksi subclade K dapat memicu keluhan yang cukup serius, antara lain:
- Demam tinggi 39–41 derajat Celsius
- Nyeri otot berat
- Lemas ekstrem
- Batuk kering
- Sakit kepala
- Nyeri tenggorokan berat
Penularannya pun tergolong cepat. Satu orang bisa menularkan ke dua hingga tiga orang lainnya.
Kemenkes: Situasi Masih Terkendali
Meski disebut “super flu”, Kemenkes menegaskan tidak ada peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lainnya.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi, gejala umumnya masih menyerupai flu musiman,” kata dr Prima.
Pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) menunjukkan seluruh varian yang ditemukan merupakan varian yang sudah dikenal dan bersirkulasi global.
Langkah Pencegahan
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk:
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
- Menjaga daya tahan tubuh
- Melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama kelompok rentan
- Tetap di rumah saat sakit flu
- Menggunakan masker dan menerapkan etika batuk
- Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tak membaik lebih dari tiga hari
Pemerintah memastikan akan terus memperkuat surveilans dan kesiapsiagaan menghadapi dinamika influenza.
Editor : Marthadi