Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Alarm Pandemi Baru! Virus Nipah Mengintai: Dari Nira Mentah Hingga Radang Otak Mematikan, Kenali Gejala yang Mirip Flu!

Nurul Hidayati • Senin, 2 Februari 2026 | 12:25 WIB
Kenali Gejala Virus Nipah yang Mirip Flu!
Kenali Gejala Virus Nipah yang Mirip Flu!

LombokPost - Di tengah upaya pemulihan kesehatan global, dunia kini memberikan perhatian khusus pada Virus Nipah (NiV).

Virus mematikan yang masuk dalam genus Henipavirus ini dianggap berpotensi menjadi pandemi.

Karena sifatnya yang mudah menular dari hewan ke manusia (zoonosis) dengan tingkat kematian mencapai 75 persen.

Tragedi Nipah: Dampak Kerusakan Alam

Sejarah mencatat wabah pertama terjadi di Malaysia pada tahun 1999 akibat penebangan hutan besar-besaran.

Kehilangan habitat memaksa kelelawar buah (famili Pteropodidae) berpindah ke area peternakan, menularkan virus ke babi, dan akhirnya menyerang manusia. Selain babi, hewan lain seperti kambing, kuda, anjing, hingga kucing juga dapat menjadi perantara penularan.

Waspadai Nira Mentah dan Faktor Risiko

Penularan ke manusia terjadi melalui paparan cairan tubuh hewan atau penderita, seperti darah, kotoran, urine, dan droplet.

Namun, ada satu risiko unik yang patut diwaspadai: Cairan nira mentah. Kelompok yang paling berisiko tinggi meliputi beberapa aspek.

Pengonsumsi nira mentah yang terkontaminasi air liur kelelawar.

Pemanjat pohon tempat kelelawar bertengger.

Tenaga medis yang melakukan kontak erat dengan penderita.

Orang yang baru kembali dari daerah wabah.

Gejala Menipu: Dari Flu hingga Koma dalam 48 Jam

Masa inkubasi virus ini berlangsung 4–14 hari. Gejala awal sering kali menipu karena sangat mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, nyeri otot, diare, dan muntah yang berlangsung selama 3–14 hari.

Bahaya laten muncul saat infeksi menyerang otak (ensefalitis). Dalam waktu singkat (24–48 jam), penderita dapat mengalami:

Kantuk berat dan disorientasi (kebingungan waktu/tempat).

Sulit fokus hingga kejang.

Koma yang sering kali berakhir dengan kematian.

Bahkan, terdapat kasus infeksi laten, di mana gejala berat baru muncul berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah pertama kali terinfeksi.

Kenyataan Pahit: Belum Ada Vaksin

Hingga saat ini, dunia kedokteran belum memiliki obat atau vaksin resmi untuk menyembuhkan infeksi Nipah. Penanganan saat ini hanya fokus pada perawatan suportif dan istirahat total.

Meskipun obat seperti remdesivir dan ribavirin sedang diteliti potensinya, pencegahan tetap menjadi kunci utama.

Meski belum ada laporan kasus di Indonesia pada Februari 2026 ini, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada. Hindari kontak dengan hewan atau orang yang sakit di daerah wabah.

Jika Anda mengalami demam dan sesak napas setelah kontak dengan risiko di atas, segera konsultasikan ke dokter sebelum kondisi memburuk.

Editor : Kimda Farida
#kelelawar #nipah #gejala #flu #radang otak #virus