Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diam-diam Mematikan! Kenali 'Si Pembunuh Senyap' dalam Darah Anda Sebelum Terlambat, Gejalanya Sering Tak Terasa!

Nurul Hidayati • Minggu, 8 Februari 2026 | 22:17 WIB

Ilustrasi Kolesterol
Ilustrasi Kolesterol

LombokPost - Kolesterol sering kali dianggap sebagai musuh utama kesehatan, padahal lemak yang diproduksi secara alami oleh hati ini memiliki fungsi vital bagi tubuh.

Di dalam tubuh, kolesterol sangat dibutuhkan untuk membentuk sel-sel sehat, memproduksi hormon, hingga menghasilkan vitamin D. Selain dari hati, kolesterol juga bisa didapatkan dari asupan makanan hewani seperti daging dan susu.

Namun, masalah serius muncul saat kadarnya melebihi batas normal. Kondisi yang disebut sebagai kolesterol tinggi ini dapat menyebabkan penumpukan lemak atau plak di pembuluh darah yang berisiko pecah dan memicu kondisi fatal seperti stroke dan serangan jantung.

Baca Juga: RSCM Perkenalkan Tes Genetik Pertama untuk Ketahui Potensi Kolesterol

Mengenal Jenis Lipoprotein dalam Darah

Karena kolesterol tidak larut dalam darah, ia membutuhkan bantuan zat bernama lipoprotein untuk bergerak ke seluruh tubuh. Ada tiga jenis utama yang perlu Anda ketahui:

Low-density lipoprotein (LDL): Dikenal sebagai ‘kolesterol jahat’ karena dapat menumpuk di dinding arteri jika kadarnya berlebih.

Baca Juga: Bukan Cuma Rekreasi: Gowes 30 Menit Sehari Adalah Pil Ajaib Pencegah Serangan Jantung hingga Kanker!

High-density lipoprotein (HDL): Dijuluki ‘kolesterol baik’ karena bertugas membawa kolesterol berlebih kembali ke hati untuk dibuang.

Trigliserida: Jenis lemak yang digunakan sebagai sumber tenaga, namun akan meningkat jika tubuh terus mendapat asupan kalori berlebihan.

Faktor Risiko dan Bahaya 'Si Pembunuh Senyap'

Baca Juga: Jantung Juara Berkat Gowes: Dokter Spesialis Bongkar Rahasia Turunkan Risiko Serangan Jantung Lewat Sadel Sepeda!

Satu hal yang paling membahayakan dari kolesterol tinggi adalah sifatnya yang sering kali tidak menimbulkan gejala. Banyak orang tidak menyadari kondisi ini sampai terjadi komplikasi serius.

Beberapa faktor risiko utama meliputi gaya hidup tidak sehat seperti merokok, jarang olahraga, stres, dan konsumsi alkohol. Selain itu, riwayat penyakit seperti diabetes dan obesitas, hingga faktor keturunan juga berperan penting.

Diagnosis dan Angka Norma

Dokter menyarankan orang dewasa untuk menjalani pemeriksaan rutin setiap 4–6 tahun sekali dimulai sejak usia 20 tahun. Melalui tes sampel darah (biasanya dengan puasa 9–12 jam), akan mendapatkan gambaran nilai kesehatan.

LDL: Kurang dari 100 mg/dL.

HDL: 60 mg/dL atau lebih.

Trigliserida: Kurang dari 150 mg/dL.

Kolesterol Total: Kurang dari 200 mg/dL.

Langkah Pengobatan dan Pencegahan

Penanganan utama kolesterol tinggi selalu dimulai dari perbaikan gaya hidup. Langkah-langkah yang dianjurkan untuk jaga kesehatan.

Olahraga Rutin: Minimal 30 menit setiap hari.

Pola Makan Sehat: Memperbanyak serat dari buah dan sayur, serta menghindari gorengan dan lemak jenuh.

Herbal Alami: Mencoba bawang putih, jahe, atau kunyit sebagai pendamping.

Bantuan Medis: Jika gaya hidup sehat belum cukup, dokter dapat meresepkan obat golongan statin (seperti simvastatin), ezetimibe, atau fibrate untuk membantu menurunkan kadar lemak darah.

Jangan biarkan plak menumpuk hingga menyebabkan penyempitan arteri atau aterosklerosis. Segera periksakan kadar kolesterol Anda ke laboratorium untuk menghindari komplikasi jangka panjang seperti penyakit jantung koroner atau gagal ginjal.

Editor : Marthadi
#gejala #serangan jantung #kolesterol #gaya hidup #stroke