Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Sekadar Tahan Lapar! Ternyata Puasa Bisa 'Reparasi' Otak dan Mental, Kemenkes Ungkap Fakta Medis yang Jarang Diketahui!

Nurul Hidayati • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:50 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

LombokPost - Selama ini puasa sering kali dipandang hanya sebagai kewajiban ibadah semata.

Namun, kacamata medis memberikan perspektif yang luar biasa.

Melalui laman resmi Direktorat Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, terungkap bahwa puasa memiliki peran krusial sebagai metode "perbaikan" menyeluruh bagi tubuh manusia, baik secara fisik maupun mental.

Fisik: Proses Detoksifikasi dan Regenerasi Sel

Secara biologis, puasa memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan yang biasanya bekerja tanpa henti. Kemenkes menjelaskan beberapa manfaat fisik utama:

Detoksifikasi Alami:Saat berpuasa, tubuh mulai membakar cadangan lemak untuk menghasilkan energi. Proses ini sekaligus melepaskan racun-racun yang tersimpan dalam lemak untuk dibuang dari tubuh.

Regenerasi Sel: Kondisi lapar memicu proses autofagi, yaitu kemampuan sel untuk membersihkan komponen-komponen yang rusak dan menggantinya dengan yang baru.

Kesehatan Jantung & Gula Darah: Puasa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat serta meningkatkan sensitivitas insulin, yang sangat baik untuk mencegah risiko diabetes dan penyakit jantung.

Mental: Penenang Jiwa dan Penjernih Pikiran

Tak hanya fisik, kesehatan mental juga mendapatkan dampak positif yang signifikan. Puasa melatih pengendalian diri dan kedisiplinan. Secara medis, puasa dapat meningkatkan produksi protein Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang berfungsi mendukung kesehatan sel saraf.

Mengurangi Stres: Puasa terbukti dapat menurunkan hormon kortisol (hormon stres) dan merangsang pelepasan endorfin yang membuat perasaan lebih tenang dan bahagia.

Meningkatkan Fokus: Dengan berkurangnya beban kerja pencernaan, aliran darah dan energi dapat terfokus lebih banyak ke otak, sehingga daya konsentrasi meningkat.

Tips Puasa Sehat ala Kemenkes

Agar manfaat ini optimal, Kemenkes menyarankan masyarakat untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi saat sahur dan berbuka. Hindari makan berlebihan (overeating) dan pastikan hidrasi tubuh terjaga dengan pola minum air putih yang cukup (2-4-2).

Dengan memahami manfaat ini, puasa bukan lagi sekadar menahan haus dan lapar, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kesehatan yang lebih bermartabat.

Puasa adalah cara alami terbaik untuk melakukan "reset" pada tubuh.

Editor : Kimda Farida
#manfaat #Kemenkes #Kesehatan #detoksifikasi #Puasa