Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Daewoong Resmi Hadirkan Enavogliflozin di Indonesia, Perluas Opsi Terapi bagi 20,4 Juta Penyandang Diabetes

Nurul Hidayati • Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:32 WIB
Para tamu kehormatan berfoto bersama dalam acara Grand Launch Enavogliflozin, terapi antidiabetes golongan SGLT-2 inhibitor dari Daewoong Pharmaceutical Indonesia.
Para tamu kehormatan berfoto bersama dalam acara Grand Launch Enavogliflozin, terapi antidiabetes golongan SGLT-2 inhibitor dari Daewoong Pharmaceutical Indonesia.

LombokPost – Kabar baik bagi dunia kesehatan Indonesia. Daewoong Pharmaceutical Indonesia (Daewoong) secara resmi memperkenalkan Enavogliflozin, obat antidiabetes golongan SGLT-2 inhibitor yang dikembangkan secara mandiri, dalam rangkaian Forum Endokrinologi Nasional (PIT PERKENI 2026) di Bandung, belum lama ini.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya prevalensi diabetes di Tanah Air.

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2024, Indonesia kini menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah penyandang diabetes dewasa mencapai 20,4 juta orang, dan diproyeksikan melonjak hingga 28,6 juta pada tahun 2050.

Baca Juga: Gelar Health Talk di Surabaya, Daewoong dan Siloam Ingatkan Pasien Diabetes Kelola Kolesterol LDL-C Demi Cegah Serangan Jantung

Solusi Tepat untuk Karakteristik Pasien Asia

Enavogliflozin hadir sebagai jawaban atas tantangan tata laksana diabetes yang kompleks.

Dalam paparannya di depan sekitar 500 pakar medis, Daewoong menyoroti bahwa terapi ini memiliki bukti klinis yang kuat bagi pasien diabetes melitus tipe 2 di Asia.

Baca Juga:   Gawat! Bahaya Toksin Ilegal Mengancam Pasien: BPOM, Daewoong, dan Dokter Bersatu Perangi Distribusi Gelap!

Dalam menangani pasien Asia, pemilihan terapi tidak hanya perlu mempertimbangkan efektivitas menurunkan kadar glukosa darah.

"Tetapi juga dampaknya terhadap parameter metabolik seperti berat badan dan resistensi insulin," ujar Prof. Yong-ho Lee dari Yonsei University Severance Hospital, Korea Selatan.

Ketua Umum PERKENI, Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, K-EMD, menyambut baik kehadiran terapi baru ini.

Baca Juga: Daewoong Foundation Buka Pendaftaran untuk Young Medical Scientist Research Grant 2025

"Peluncuran enavogliflozin menghadirkan pilihan terapi baru yang penting di tengah beban diabetes yang terus meningkat di Indonesia," jelasnya.

Penguatan Kolaborasi Akademik Indonesia-Korea

Selain peluncuran produk, momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Korean Diabetes Association (KDA) dan Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Kolaborasi ini mencakup

Penelitian Bersama: Menggabungkan kepakaran dari kedua negara untuk menemukan inovasi penanganan diabetes.

Pendidikan Medis: Pertukaran ilmu dan pelatihan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas luaran jangka panjang pasien.

Komitmen Daewoong dalam Tata Laksana Diabetes

Seong-soo Park, CEO Daewoong Pharmaceutical, menegaskan bahwa kehadiran enavogliflozin merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

"Kami berharap peluncuran ini dapat menghadirkan pilihan terapi yang efektif. Daewoong akan terus memperluas kolaborasi dengan tenaga kesehatan demi meningkatkan kualitas tata laksana diabetes di Indonesia," pungkas Seong-soo Park.

Kehadiran obat ini diharapkan tidak hanya mengendalikan kadar gula darah, tetapi juga membantu meminimalisir risiko komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular dan gangguan ginjal bagi jutaan pasien di Indonesia.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Pengobatan diabetes Enavogliflozin #Terapi SGLT-2 inhibitor Indonesia #Inovasi kesehatan Daewoong #Data diabetes Indonesia 2026 #Kerja sama medis PERKENI KDA