Selatox Resmi Raih Sertifikasi CPOB BPOM, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Biofarmasi Estetika Global

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:12 WIB
Selatox Raih Sertifikasi CPOB dari BPOM, Perkuat Langkah sebagai Pusat Manufaktur Bertaraf Global.
Selatox Raih Sertifikasi CPOB dari BPOM, Perkuat Langkah sebagai Pusat Manufaktur Bertaraf Global.

LombokPost – PT Selatox Bio Pharma (Selatox) resmi mengukuhkan langkahnya menjadi pemain kunci dalam industri biofarmasi global.

Perusahaan tersebut baru saja memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Pencapaian ini ditandai dengan peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi mutakhir milik Selatox di Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi produk biofarmasi estetika berkualitas tinggi, termasuk pengembangan produk berbasis Botulinum Toxin Type A.

Baca Juga: PT Sasa Inti Raih PMR Award dari BPOM, Perkuat Keamanan Pangan Nasional Melalui Sinergi UMKM

Standar Internasional dan Teknologi Maju

Fasilitas manufaktur ini dilengkapi dengan sistem produksi berteknologi canggih dan area steril yang ketat. Sertifikasi CPOB yang diraih membuktikan bahwa sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi standar internasional Good Manufacturing Practice (GMP), mencakup seluruh proses dari hulu ke hilir.

"Sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar yang ditetapkan. Melalui proses produksi yang presisi, kami berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi bagi tenaga kesehatan dan mitra kami," ujar Chief Executive Officer Selatox, Joh Young Hoon.

Baca Juga: BPOM Tindak 11 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya dan Bahan Dilarang, Ini Daftarnya!

Dukungan Pemerintah untuk Kemandirian Farmasi

Kehadiran Selatox di Indonesia mendapat apresiasi dari pemerintah.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjamin keamanan, mutu, dan khasiat produk.

Baca Juga: 620 Tablet Obat Terlarang Disita BPOM Mataram di Cakranegara

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kesehatan, Agus Tjahajana Wirakusumah, menegaskan bahwa fasilitas ini mendukung agenda transformasi sistem kesehatan nasional.

"Kehadiran PT Selatox Bio Pharma diharapkan dapat mendukung kemandirian farmasi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional," ungkapnya.

Ke depan, Selatox berkomitmen untuk terus mengintegrasikan riset dan pengembangan (R&D), manufaktur, serta operasional bisnis global, sekaligus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal untuk kemajuan industri bioteknologi di Tanah Air.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post Online
PT Selatox Bio Pharma Sertifikasi CPOB BPOM Manufaktur biofarmasi estetika Industri farmasi Cikarang Botulinum Toxin Type A Indonesia