Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran Program CERAH yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) 2026 di RS Mata NTB, Mataram, Sabtu (17/10/2026).
Direktur Utama RS Mata NTB, dr. Cahya Dessy Rahmawati, menegaskan harapannya agar institusi yang dipimpinnya dapat menjadi tempat pelayanan yang aman, nyaman, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun keterbatasan fisik.
Baca Juga: Dinkes Mataram Perkuat Pelacakan Penyakit Menular, Libatkan Rumah Sakit dan Klinik Swasta
"Kami ingin Rumah Sakit Mata NTB ini menjadi rumah bagi semua usia dan seluruh kalangan. Kami juga bertekad memastikan bahwa pelayanan kesehatan mata semakin mudah diakses oleh masyarakat luas, termasuk yang berada di daerah pelosok maupun terpencil," ujar dr. Cahya Dessy Rahmawati.
Sebagai komitmen nyata dari visi tersebut, RS Mata NTB melalui Program CERAH menghadirkan inovasi layanan jemput bola dan kemudahan fasilitas bagi pasien.
"Kami akan melakukan Skrining Kesehatan Mata Keliling yang menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman dan daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan," jelas dr Cahya Dessy Rahmawati.
Baca Juga: NTB Peringkat Ketiga IMTI 2026, Raih Dua Penghargaan Special Recognition
Lalu ada juga Layanan Antar-Jemput Pasien Gratis yang mana pada tahap awal difokuskan untuk masyarakat di Pulau Lombok guna memudahkan pasien kurang mampu atau penyandang disabilitas mendapatkan penanganan medis secara berkala.
Dan RS Mata NTB juga menyiapkan Layanan Ramah Anak & Disabilitas dengan menghadirkan fasilitas khusus seperti Poli Anak dan penyiapan tenaga medis yang mampu berkomunikasi dengan bahasa isyarat.
Peluncuran Program CERAH ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Gubernur memberikan apresiasi atas langkah RS Mata NTB dan menargetkan agar seluruh rumah sakit milik Pemprov NTB dapat mencontoh standar inklusivitas ini, termasuk menyediakan sekurang-kurangnya dua petugas berkeahlian bahasa isyarat di bagian customer service.
Selain itu, Pemprov NTB mendukung penanganan gangguan penglihatan sejak dini melalui penyematan selempang Duta Kesehatan Mata Sekolah, peninjauan fasilitas Poli Anak, sosialisasi kesehatan mata bagi remaja, hingga pemberian bantuan kendaraan operasional bagi Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dapat difungsikan sebagai ambulans.
Melalui sinergi Program CERAH dan penguatan standar ramah disabilitas, RS Mata NTB optimistis dapat membantu mewujudkan cita-cita jangka panjang NTB menuju provinsi bebas kebutaan (zero blindness), sekaligus memastikan bahwa keterbatasan fisik maupun geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan hak layanan kesehatan yang berkualitas.
Editor : Siti Aeny MaryamSumber : Liputan