Pemicunya sederhana namun menggiurkan, satu porsi jumbo nasi puyung dibanderol hanya Rp 10 ribu.
Pemandangan tak biasa terlihat sejak pukul 06.00 Wita. Puluhan orang tampak menyemut di pinggir jalur utama menuju Pelabuhan Lembar tersebut.
Padahal, sang pedagang bahkan belum membuka lapaknya.
”Saya sudah di sini dari jam 6 pagi. Penjualnya belum datang, tapi antrean sudah panjang. Tahu dari teman katanya ada nasi puyung murah tapi porsinya mantap,” ujar Indah, salah satu warga yang rela menanti di barisan depan.
Fenomena ini sejatinya baru meledak setelah kekuatan media sosial. Idham, salah satu pelanggan setia mengaku kaget dengan perubahan drastis tersebut. Menurutnya, lapak ini dulunya tergolong tenang dan tidak ramai
”Sudah tiga kali saya beli di sini, biasanya lancar-lancar saja. Baru kali ini antrenya sampai parah begini sejak viral di medsos,” katanya.
Saking padatnya kerumunan warga di pinggir jalan, beberapa pengendara yang melintas sempat salah fokus. Sofian warga Terong Tawah, bahkan mengira keramaian tersebut adalah operasi kepolisian.
”Saya datang jam 8 pagi, baru dapat nasi jam setengah sepuluh. Awalnya saya pikir ada razia, ternyata orang antre nasi,” kelakarnya.
Meski harus berdiri selama satu setengah jam, ia merasa perjuangannya terbayar lunas.
Dengan harga Rp 10 ribu, ia mendapatkan porsi yang jauh lebih besar dibandingkan nasi puyung di tempat lain yang biasanya dipatok Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu.
”Porsinya besar, dibungkus daun pisang pula. Isiannya tidak pelit, ada ayam bumbu cincang, suwiran ayam kering, sampai kedelai goreng. Ini sih harganya kelewat murah,” tambahnya.
Efek viral ini tak hanya menyasar warga lokal Gerung. Yuliana, warga Sayang-sayang, Kota Mataram, rela memacu kendaraannya sejak subuh demi menuntaskan rasa penasaran.
Ia mengaku sempat sangsi dengan harga ceban atau Rp 10 ribu yang beredar di grup-grup percakapan.
”Antara percaya dan tidak, tapi setelah datang langsung, memang benar sepuluh ribu rupiah. Luar biasa, jam setengah tujuh saja sudah penuh begini,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida