HAMDANI WATHONI, Mataram
Menggunakan seragam serba putih, ia berdiri berjejer dengan para camat lainnya. Balutan jilbab putih hingga masker menutupi wajahnya. Namun garis matanya tak bisa menyembunyikan kegembiraannya kala mendapat amanah baru menjadi Camat Sandubaya dalam mutasi perdana yang dilaksanakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, kemarin (29/6).
Ia berdiri sejajar dengan laki-laki yang akan dilantik menjadi camat. Ia menjadi perempuan pertama yang dilantik oleh H Mohan Roliskana. “Alhamdulillah diamanahkan oleh wali kota,” syukurnya merendah kepada Lombok Post.
Meski senang, Henny mengaku tak ingin larut dala euforia mendapat promosi jabatan baru menjadi camat. Karena ia sadar tantangan ke depan justru akan lebih berat dari pada saat ia menjadi lurah.
Ia bertekad untuk meningkatkan program yang sudah ada di Sandubaya dan melakukan inovasi dengan pendekatan ke masyarakat. Agar bisa lebih mengenal karakter masing-masing kelurahan di Sandubaya.
Ia yakin, setiap wilayah di Sandubaya memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Maka butuh upaya bersama untuk kemajuan Sandubaya.
Apa yang dilakukannya selama ini di Kelurahan Dasan Cermen akan menjadi modal penting pengalaman berinovasi menyusun program di kecamatan. Salah satunya adalah menuntaskan kawasan kumuh di kecamatan ini. Maklum, sejumlah kelurahan di Sandubaya masih masuk kategori kumuh. Tak terkecuali pasar Induk yakni Pasar Mandalika.
“Ini (menuntaskan persoalan kawasan kumuh) tidak bisa kerja sendiri. Khususnya di Pasar Mandalika. Kami akan berupaya maksimal agar penanganan kekumuhan di pemukiman dan di pasar bisa diminimalisir. Kami akan berupaya hilangkan kesan kumuh di Sandubaya,” ucap lulusan STPDN Tahun 2001 itu.
Henny sudah membuktikan ia berhasil memimpin Dasar Cermen setelah sembilan tahun menjadi lurah. Ia membuat Dasan Cermen menjadi juara I Lomba Kampung Sehat tingkat Provinsi NTB. Kemudian Dasan Cermen juga didampingi pihak ketiga yakni Astra dalam pengembangan Kampung Berseri Terbaik se-Indonesia yang memberdayakan warga dalam berbagai sektor, memaksimalkan potensi yang ada di dalamnya.
Kini misi berikutnya mempercantik Kecamatan Sandubaya sudah bisa dipastikan akan lebih sulit dan tantangannya akan lebih besar. Namun ia percaya, dengan tangung jawab dan kesungguhan melaksanakan tugas pengabdian, semua akan bisa dihadapi.
“Yang terpenting bagi saya adalah melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Saya tidak pernah (pernah berhasrat menjadi Camat). Biar pimpinan dan masyarakat yang menilai,” ucap perempuan dua anak ini. (*/r3) Editor : Administrator