Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cara Lalu Ady Stiawan, Dokter Kunci dari Lotim Mempertahankan Usahanya

Rury Anjas Andita • Selasa, 8 Februari 2022 | 16:00 WIB
DOKTER KUNCI: Lalu Ady Stiawan sedang mengerjakan kunci baru pesanan salah satu pelanggannya di gerai jasa kuncinya di Jalan Dewi Sartika, Lingkungan Muhajirin, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Senin (7/2). (Fatih/Lombok Post)
DOKTER KUNCI: Lalu Ady Stiawan sedang mengerjakan kunci baru pesanan salah satu pelanggannya di gerai jasa kuncinya di Jalan Dewi Sartika, Lingkungan Muhajirin, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Senin (7/2). (Fatih/Lombok Post)
Lalu Ady Stiawan bukan sembarang tukang kunci. Jam terbang, kemampuan, dan peralatan yang dimiliki membuatnya pantas disebut dokter kunci.

----

Seorang ibu rumah tangga dengan langkah tergesa-gesa datang membawa kunci gembok gerbang ke gerainya. Kunci mungil itu patah. Si Ibu meminta tolong agar dibuatkan penggantinya. Jika tidak bisa, ia tak bisa masuk rumah.

Stiawan yang selalu tersenyum ramah menyambut pengguna jasanya membuka etalase kunci di gerainya. Kemudian tak sampai lima menit, ibu itu sudah pulang dengan wajah tersenyum membawa pulang dua kunci gembok gerbang yang baru.

“Kepuasannya menjual jasa ini di sana. Ada perasaan bahagia karena dapat membantu orang mendapatkan kunci barunya,” kata Stiawan pada Lombok Post.

Stiawan mulai secara mandiri merintis usaha jasa tukang kuncinya pada tahun 2000 silam. Saat itu, peralatan yang digunakan hanya sebuah kikir. Dengan alat tersebut, ia dapat menyelesaikan satu kunci selama 30 menit. Itu waktu yang paling lama.

Sedangkan waktu yang dibutuhkan lainnya bervariasi. Tergantung kerumitan kunci yang dikerjakan. Sekarang, peralatannya sudah baru. Dari 30 menit, ia bisa menyelesaikan satu kunci dalam hitungan menit. “Kalau secarang teknologinya semakin canggih. Satu dua menit jadi,” tuturnya.

Saat itu, usahanya sempat mandek karena kehabisan modal membeli bahan kunci polos. Sempat berhentik satu tahun, ia kembali membuka gerai di pasar. Tak lama di sana, ia pindah lagi. Dan terakhir di tempatnya yang sekarang di Jalan Dewi Sartika, Lingkungan Muhajirin, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong.

Alhamdulillah, tempat yang sekarang  sudah jadi milik sendiri,” jelas bapak tiga anak itu.

Lelaki kelahiran 1979 ini sudah belajar menjadi tukang kunci sejak berusia 15 tahun. Pengalaman dan jam terbangnya menangani ribuan kunci menjadi salah modal bertahan di usaha jasa tersebut. Selain itu, ia juga memahami dengan baik bagaimana seorang penjual jasa harus mengedepankan pelayanan prima. Tutur kata, sopan santun, dan kepuasan pelanggan jadi yang utama.

Modal lainnya adalah pengetahuan. Stiawan menyadari perkembangan teknologi yang terus mengalami peningkatan. Lambat laun, orang tidak lagi menggunakan kunci manual. Melainkan akan beralih ke digital.

Sejak 2018 lalu, ia sudah mulai mempelajari immobilizer dan smart key. Peralatan yang dibutuhkan untuk itu sangat berbeda. Butuh komputer khusus yang dapat mengatur program. Tidak hanya alat, kemampuan khusus juga dibutuhkan.

Karena itu, harga jasanya pun tinggi. Dibanding kunci manual yang membutuhkan Rp 25 ribu per satu kunci, kunci digital ini membutuhkan budget Rp 2,5 sampai Rp 4 juta. Sebab bahan bakunya dan ilmunya terbilang mahal. (fatih/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#smart key #immobilizer #dokter kunci