----
Lahir di Kopang, Lombok Tengah 27 April 1974, istri dari Slamet Hartono ini sukses mencoba membuka usaha baru. Berawal dari iseng-iseng, hanya untuk konsumsi sendiri dan keluarga. Namun, setelah di bagi-bagi ke tetangga, sahabat, rekan kerja, keluarga dan kerabat terdekat, ternyata berminat.
Usaha sambal itu mulai melebarkan sayap, setelah Baiq Atikah bertemu dengan seorang pengusaha sukses. Usahanya pun dibantu, bukan dalam bentuk uang, atau perlengkapan. Melainkan, akses pasar. Tidak tanggung-tanggung masuk ke sejumlah ritel modern di Kota Mataram.
Kemudian di Lombok Barat, Lombok Timur hingga Dompu. Setiap dua minggu sekali, sambal hasil buatan Baiq Atikah itu diantar ke ritel-ritel modern. Terkadang hanya hitungan hari habis, kemudian diantar lagi. Begitu seterusnya. Peminat paling jauh dari Jakarta. Tidak tutup kemungkinan menyebar ke daerah lain di Pulau Jawa. Tinggal menunggu waktunya saja.
Pilihannya pun ada 11 jenis yakni, sambal sereh, sambal bawang, sambal bajak, sambal koreq atau geprek dan sambal kecombang. Kemudian sambal taliwang, sambal ijo, sambal terasi, sambal peda, sambal belut dan sambal cumi.
Paling pedas dari 11 jenis sambal tersebut yakni, sambal koreq atau geprek. Pedasnya mengalahkan sambal cengeh.
Yang mencicipi sambal yang satu itu dipastikan mengeluarkan keringat. Cocok disantap saat flu atau pusing. Kemudian bagi yang minat ayam bakar taliwang, atau ayam geprek misalnya, maka tidak perlu repot-repot. Tinggal membeli sambal buatan Baik Atikah saja. Maka, sudah bisa merasakan bagaimana nikmatnya ayam bakar taliwang atau ayam geprek.
Kalau urusan harga cukup terjangkau. Kemasannya berbentuk toples. Dengan penutup warna kuning dan stiker kemasan warna kuning pula. Dengan berat 150 gram, Baik Atikah menjualnya sebesar Rp 28 ribu per toples.
“Itu bisa bertahan 2-3 minggu. Kalau di simpan di kulkas bisa bertahan tiga bulan,” ujar Baiq Atikah sembari menunjukkan dua toples sambal hasil buah tangannya.
Bagi pencinta sambal, jangan khawatir. Sambal-sambal buatan srikandi cantik itu dijamin aman, sehat dan berkualitas. Tidak ada kandungan zat kimia sedikit pun. Apalagi, sudah memiliki sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (PIRT).
“Yang minat bisa datang ke Perum Elit Rinjani Asri 1A Nomor 15 Ireng Lauk Desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari, Lobar,” papar srikandi yang sudah lama merantau di Gumi Patut Patuh Patju tersebut. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita