Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Main PS Bisa Bikin Lupa Waktu, Lapor Istri Dulu sebelum Bertarung di PlayStation

Lombok Post Online • Sabtu, 6 September 2025 | 12:05 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Bagi sebagian orang, bermain game hanyalah sekadar hiburan pengisi waktu luang.

Namun bagi Ahmad Zakaria, 34, game sepak bola bukan sekadar hobi.

Ia menyebutnya sebagai “bagian dari hidup” yang sudah menemaninya sejak kecil hingga kini, meski telah berkeluarga dan memiliki dua anak.

Setiap hari sepulang kerja dari sebuah perusahaan distributor di Kota Mataram, pria yang akrab disapa Jaka ini selalu menyempatkan diri bermain PlayStation 5 (PS5) bersama teman-temannya.

Lokasinya pun tetap: tempat rental PlayStation langganan.

Game apa saja yang dimainkan? Tak pernah berubah: sepak bola. Dari dulu hingga sekarang, hanya itu yang dicintainya.

“Dari zaman PS1 akhir 90-an dulu, saya sudah jatuh cinta sama Winning Eleven. Sekarang namanya sudah ganti jadi eFootball, tapi rasanya tetap sama. Nggak pernah bosan,” ungkapnya saat ditemui di sebuah rental PS kawasan Cakranegara, sambil memegang stik konsol.

Namun, hobi yang tak lekang oleh waktu ini ternyata sempat menimbulkan konflik kecil di rumah tangga.

Istrinya, yang awalnya merasa risih dengan kebiasaan Jaka yang terlalu sering nongkrong di rental PS, sempat melayangkan protes.

“Dulu sempat dimarahi juga. Katanya kok tiap hari pulang kerja bukannya pulang ke rumah, malah ke rental. Wajar sih, saya juga kebablasan waktu itu,” akunya sambil tertawa kecil.

Jaka mengakui bahwa ia sempat terlalu larut dalam hobinya, sampai lupa waktu.

Namun seiring berjalannya waktu, setelah komunikasi lebih terbuka, sang istri mulai memahami bahwa sisi kekanakan dalam diri pria memang sulit dihilangkan sepenuhnya.

“Katanya, ‘Ya sudahlah, laki-laki itu pasti ada sisi anak-anaknya. Kalau main PS bikin kamu senang dan tetap tanggung jawab, ya nggak apa-apa’,” kata Jaka menirukan ucapan sang istri.

Kini, sebelum bermain, Jaka punya ritual wajib: memotret dirinya saat duduk di depan layar PS dan mengirimkannya ke istrinya.

Bukan sebagai laporan wajib, tapi sebagai bentuk keterbukaan.

“Biar dia tahu saya memang di rental PS, bukan ke tempat lain. Kalau jujur dan terbuka, pasti diizinkan,” ujarnya sambil menunjukkan pesan WhatsApp yang baru saja dikirim.

Bagi Jaka, bermain game bukan hanya sekadar mengisi waktu, tapi juga cara melepas penat dan mengenang masa kecil.

Meski sempat mencoba beberapa game mobile, hatinya selalu kembali pada satu: game bola buatan Konami.

Seorang pria bermain PlayStation di Hoki PlayStation, Lingkungan Tanah Haji, Kota Mataram, Selasa (3/9). Hoki PlayStation termasuk rental legend karena sudah buka sejak PlayStation
Seorang pria bermain PlayStation di Hoki PlayStation, Lingkungan Tanah Haji, Kota Mataram, Selasa (3/9). Hoki PlayStation termasuk rental legend karena sudah buka sejak PlayStation

“Main bola di PS itu seperti pulang ke rumah. Nggak peduli udah berapa kali main, tetap seru. Nggak ada bosennya,” pungkasnya. (van/r3)

Editor : Kimda Farida
#Game #langganan #rental #bosan #Playstation