LombokPost - Salah satu cara mengatasi obesitas adalah dengan diet. Namun kebanyakan orang menyebut diet itu menyiksa.
Karena badan lemas dan sayu dibuatnya. Sebab, harus menahan lapar.
Tetapi jika bergabung bersama komunitas Lucky Fit yang sudah berpengalaman menangani orang diet, rasa menyiksa itu tidak akan terasa.
“Kami mengusung program diet dengan happy fun dan sehat,” kata Founder Lucky Fit Nuraini Suryaningrat.
Program diet di Lucky Fit lebih dilakukan dengan program yang teratur dan terarah. Sebelum masuk ke komunitas tersebut, tim nantinya akan memeriksa kesehatan peserta terlebih dahulu. ”Kita cek kondisi darah, metabolisme, dan berat badannya,” kata dia.
Hasil cek kesehatan itu menjadi dasar pemberian program. Supaya program dietnya terarah. Terutama bagi penderita obesitas. ”Sehingga kita bisa melihat apakah ada progres ke depan terkait penurunan badan,” kata dia.
Orang diet identik dengan mengurangi makan. Menurutnya, itu ada benarnya. Tetapi, ada caranya supaya tidak mengurangi makan. ”Bagaimana caranya orang diet supaya tetap fit dan sehat,” ujarnya.
Di komunitas tersebut, menggunakan nutrisi salah satu produk. Jumlah nutrisi itu sama dengan seperti tiga kali makan sehari. “Jadi, tidak takut dengan lapar ketika menjalankan diet,” bebernya.
Sebenarnya, satu piring nasi dengan lauk biasanya mengandung sekitar 500 kalori. Nilai nutrisi yang diberikan itu sama seperti makan sepiring nasi bersama lauk. ”Dengan adanya nutrisi yang kita berikan ditambah dengan program kesehatan, penerima program itu bisa menurunkan badan,” kata dia.
Melalui pengaturan nutrisi yang tepat, energi tetap terjaga dengan dukungan 24 vitamin dan mineral. “Yang penting, seluruh komponen nutrisi tubuh tidak boleh berkurang,” tambahnya.
Agar peserta lebih bersemangat, Lucky Fit juga menghadirkan sistem reward. Setiap kelas diet berlangsung 21 hari dengan sekitar 15 peserta. “Siapa yang paling banyak penurunan berat badannya, akan mendapat hadiah berupa paket nutrisi,” jelas Nuraini.
Reward ini, lanjutnya, menjadi pemicu motivasi tanpa disadari. “Di rumah mereka tetap berpatokan pada hadiah. Tapi sebenarnya yang paling utama adalah berat badan yang turun dan pola hidup sehat yang terbentuk,” ungkapnya.
Selain diet, Lucky Fit juga menyediakan kelas aerobik serta komunitas olahraga Finaya Green Army. Dengan enam hingga delapan coach pendamping, peserta bisa menjalani program penurunan atau peningkatan berat badan hingga maintenance secara konsisten.
“Yang terpenting adalah membentuk kebiasaan sehat. Diet bisa dilakukan dengan bahagia, tanpa tekanan, dan dijalani seperti rutinitas sehari-hari,” ujarnya.
Nuraini mengatakan, untuk mendapatkan hasil maksimal saat diet tergantung pada niat. Sebab, untuk diet itu memiliki banyak cobaan. “Bagaimana caranya tetap bisa menjaga pola makan yang sehat,” ujarnya.
Baca Juga: Fokus Kurangi Stunting, Kelurahan Pagesangan Barat Gelar Lomba Masak Cipta Menu Sehat
Diet dengan Puasa Daud
Paal Rody merupakan salah satu orang yang saat ini menjalankan program diet. Pria asal Sigerongan, Lingsar Lombok Barat itu memiliki berat badan 120 kilogram. Namun, dengan tekad yang kuat, badannya yang dulu gemuk kini agak sedikit kurus.
“Metodenya saya ini dengan puasa nabi Daud. Sehari puasa, sehari tidak,” kata Paal.
Nantinya, ditambah dengan beberapa pergerakan lain. Seperti, push-up, plang, dan tambahan angkat barbel. ”Sekarang berat badan saya itu sudah mencapai 92 kilogram. Itu saya jalankan selama satu bulan lebih,” ujarnya.
Tetapi untuk menjalakan itu cukup berat di awal. Dia harus berupaya menahan rasa lapar. ”Mungkin cara saya terlalu ekstrem. Tetapi, saya tidak ingin terlihat gemuk bikin saya semangat,” ujarnya.
Dengan badan terlihat lebih kurus, bisa meningkatkan kepercayaan dirinya. Terutama, di dunia kerja.
“Memiliki tubuh yang gemuk bisa bikin cepat capek. Tidak percaya diri, dan tidak terlihat gagah,” ujarnya.
Dengan tekadnya diet, kini Paal sedikit berjalan lebih ringan. Dia menambah program dengan berjalan kaki sebanyak 1.000 langkah per hari. “Yang penting tetap berolahraga,” kata dia.
Saat masih duduk di bangku SMA, Paal sebenarnya tidak segemuk sekarang. Tubuhnya masih kurus.
”Pola makan yang tidak sehat membuat saya gemuk seperti ini,” ujarnya.
Ketika berbicara diet, yang perlu dilakukan adalah konsistensi.
Sebab, ketika sudah berat badan turun, dan tidak menjalankan program, berat badan akan kembali naik.
”Nah, untuk mengembalikannya untuk turun itu juga cukup berat. Makanya cobaannya cukup berat. Apalagi, saat bulan Maulid sekarang banyak godaan makanan,” kata dia. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida