LombokPost - Koleksi diecast semakin berkembang. Ditambah lagi dengan hadirnya diorama atau menyerupai kondisi asli.
Bagi para kolektor diorama bukan sekadar pajangan. Melainkan menjadi cara menghadirkan suasana realistis dari kendaraan miniatur yang dikoleksi.
”Ketika terlihat lebih realistis menjadi kepuasan. Itu menjadi daya tarik orang bergelut di diorama diecast,” kata pecinta diorama diecast Arvan As’ady Putra Pratama.
Koleksi mobil mini atau diecast memiliki nilai tersendiri karena merepresentasikan mobil asli yang eksis di jalanan maupun produksi pabrikan. “Kalau koleksi real car ada eksis di jalanan atau pabrikan. Yang dilihat nilai realistisnya,” ujarnya.
Untuk memperkuat kesan realistis tersebut, para kolektor biasanya membuat diorama sebagai pelengkap visual. Diorama menghadirkan suasana dan nuansa tertentu sehingga kolektor bisa membayangkan mobil berada di lokasi nyata.
“Dibuatkan diorama untuk melengkapi visual dan vibes-nya. Jadi ada bayangan di kepala kita mobil merek apa yang seperti apa yang akan kita pajang dalam diorama,” katanya.
Baca Juga: Ferrari 365 GT4 BB, Mobil Langka dan Satu-Satunya di Singapura yang Jadi Incaran Kolektor Dunia
Namun, membuat diorama yang benar-benar realistis bukan perkara mudah. Dibutuhkan detail, ketelitian, hingga sentuhan sentimental agar hasilnya terlihat hidup. “Butuh banyak sentuhan sentimental,” jelasnya.
Untuk menghidupkan diorama itu, dapat melihat contoh gambar sudut kota atau tempat tertentu yang dipadukan dengan koleksi mobil diecast. Salah satu tema yang banyak diminati yakni suasana jalanan kota besar seperti di Tokyo.
“Misalnya potongan persimpangan jalan di Kota Tokyo. Berimajinasi lewat film atau sudut kota yang mendekati nilai realistisnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Satu-Satunya! Ferrari 599 GTO Giallo Modena Ini Jadi Buruan Kolektor Dunia, Harga Tembus Langit
Menurutnya, semakin mendekati suasana asli, maka kepuasan kolektor juga semakin tinggi. Berbagai ornamen tambahan pun digunakan untuk memperkuat detail diorama, mulai dari ban cadangan, kompresor, pencahayaan, hingga perlengkapan bengkel mini.
“Semakin komplit detailnya, semakin puas,” kata pria yang berprofesi sebagai hakim tersebut.
Ia menilai hobi diorama juga menjadi bentuk aktualisasi diri para kolektor. Tidak sedikit penggemar mobil mewah yang melampiaskan hobinya melalui miniatur dan diorama karena sulit memiliki kendaraan aslinya.
“Intinya ada orang yang punya keinginan memiliki mobil Ferrari, lalu dilampiaskan ke diorama itu. Semakin mendekati realistis semakin puas,” ujarnya.
Selain menghadirkan visual realistis, diorama juga memiliki nilai seni dan kepuasan tersendiri bagi penikmatnya. Namun, hobi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena material dan proses pengerjaannya cukup detail.
Harga diorama pun bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kerumitan rakitan. Untuk diorama sederhana berupa display garasi mobil ukuran 25x10 sentimeter, harga komunitas diorama dibanderol sekitar Rp 150 ribu.
Sementara diorama dengan tambahan galeri dan pencahayaan lampu tanpa ornamen tambahan berkisar Rp 250 ribu. Adapun diorama berukuran kecil dengan detail lebih lengkap dapat mencapai Rp 500 ribu atau lebih. “Semua sangat relatif tergantung rakitan dan detail yang dibuat,” tuturnya.
Selain digunakan untuk mempercantik tampilan koleksi diecast, diorama juga menjadi media pajangan yang membuat miniatur mobil terlihat lebih hidup dan menarik untuk dinikmati.
”Kalau sudah ada kepuasan, pasti kita akan taruh di kamar. Ketika akan tidur kita lihat diorama diecast ini seperti para pecinta ikan yang ada dalam akuarium,” tandasnya. (arl/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online