Perjuangan Andi, Konten Kreator Lombok Traveler Kenalkan Keindahan Lombok ke Dunia

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15:37 WIB
PENCINTA ALAM BEBAS: Ahmad Sahbandi atau yang karib disapa Andi Traveler Konten Kreator asal Gerung Lombok Barat yang memiliki ratusan ribu pengikut di media sosial.
PENCINTA ALAM BEBAS: Ahmad Sahbandi atau yang karib disapa Andi Traveler Konten Kreator asal Gerung Lombok Barat yang memiliki ratusan ribu pengikut di media sosial.

 

LombokPost - ​Mentari sore mulai merayap turun di ufuk barat, memancarkan siluet jingga yang membias di atas permukaan air laut. Bagi sebagian orang, momen senja adalah penanda untuk bergegas pulang.

Namun bagi Ahmad Sabandi, detik-detik ini adalah momen terindah yang selalu dinantikannya dengan penuh gairah.
​Pria kelahiran Gerung, Lombok Barat, 18 Desember 1997 tersebut lebih dikenal publik dengan sebutan Andi Traveler.

Di balik kamera ponsel dan perlengkapan dokumentasinya, pemuda berumur 28 tahun ini adalah sosok di balik kanal Lombok Traveler, sebuah wadah kreatif tempat ia membagikan sudut-sudut keindahan Pulau Seribu Masjid kepada dunia.

Di tengah gempuran konten kreator yang bermunculan secara spontan, perjalanan Andi tergolong unik dan terencana matang. Langkah ini bermula pada 2019 ketika ia masih duduk di bangku perkuliahan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Mengambil program studi Pariwisata Syariah, dia lulus sebagai alumni angkatan pertama tahun 2022.

Setelah lulus, Andi memantapkan niat menjad konten kreator karena merasa memiliki tanggung jawab moral.
​"Saya ingin memberikan kesan yang baik, apa yang harus saya berikan setelah selesai dari UIN Mataram," ujar Andi mengenang motivasi awalnya.

Keseriusannya terlihat dari proses penggodokan konsep. Jika banyak orang membangun merek secara instan, Andi justru menghabiskan waktu hingga tiga bulan hanya untuk memikirkan nama Lombok Traveler.

​"Ustadz bilang, nama adalah bagian dari doa. Keseriusan itu yang buat saya meramu nama Lombok Traveler. Kebanyakan konten kreator mulai dari iseng-iseng, kalau saya bersungguh-sungguh. Man jadda wajada," tegasnya.

Baca Juga: Sensus Ekonomi Sasar Konten Kreator

Tak berhenti di situ, logo Lombok Traveler bahkan membutuhkan waktu pembuatan hingga satu setengah tahun. Logo lingkaran berwarna hitam-putih tersebut menyimpan filosofi mendalam.

Bentuk lingkaran dipilih karena tidak memiliki sudut tajam melambangkan pesona Lombok dari timur ke barat, selatan ke utara, yang tak akan pernah ada habisnya untuk dijelajahi. Warna hitam-putih mewakili perjalanan hidup yang dipenuhi suka dan duka.

Selama tujuh tahun mengandalkan nalurinya sebagai pemburu pemandangan indah, Andi telah menjejakkan kaki di berbagai pelosok. Salah satu tempat yang paling berkesan baginya adalah Pantai Penyisok yang terletak di Desa Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur.

Akses menuju pantai ini terbilang ekstrem dan menantang adrenalin. Namun, bagi Andi, rasa lelah itu menguap seketika begitu melihat lanskapnya. Panorama tebing dan lautan di sana menyajikan pemandangan megah bak Diamond Beach di Nusa Penida, Bali.

Meski telah menjelajahi panorama eksotis seperti Batu Rudal, Pengempos di Lombok Tengah, hingga jajaran pulau di Sekotong yang dijuluki Raja Ampat-nya Lombok, ada satu tempat yang memegang tahta khusus di hatinya untuk urusan sunset yakni Pantai Selong Belanak.

"Ketika sunset itu datang, cahaya matahari mengenai pesisir pantai dan lautannya. Apalagi dipenuhi deretan perahu-perahu di situ, jadi indah banget. Rasanya sempurna," puji Andi.

​Konsistensi selama tujuh tahun membuahkan hasil manis. Pengikut Andi sudah mencapai ratusan ribu. Di akun facebooknya dia memiliki pengikut 333 ribu akun. Belum lagi di akun tiktok hingga instagram. 

Baca Juga: Inovasi Daur Ulang di GIIAS 2026: Mazda Indonesia Disulap Botol Oli Bekas Jadi Gantungan Kunci MX-5

Berkat Lombok Traveler, Andi telah mengantongi ilmu, pengalaman berharga, relasi luas, hingga kesempatan study tour menjelajahi berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi.

Kini, Lombok Traveler telah resmi berbadan hukum menjadi sebuah CV. Kendati tawaran untuk bekerja di instansi pemerintah maupun perusahaan swasta terus berdatangan, Andi mantap memilih jalan freelance. Kebebasan mengatur waktu dan berkarya tanpa kekangan menjadi alasan utamanya.

Melihat prospek pariwisata Lombok ke depan, Andi optimistis potensi daerahnya sangat besar untuk mengubah taraf hidup masyarakat. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Seindah apa pun tempat itu, tanpa SDM yang bagus tidak akan berjalan dengan baik. Kita sudah punya alam seindah ini, tapi pengelolaannya harus terus ditingkatkan agar wisatawan merasa nyaman," pungkasnya.

Bagi Andi, pariwisata syariah bukan sekadar formalitas label halal, melainkan bagaimana menyajikan pelayanan yang bersih, ramah, dan membuat siapapun yang datang merasa tenteram.

Dari Lombok untuk dunia, Andi Traveler terus melangkah, mengabadikan setiap sudut keindahan tanah kelahirannya. (*)

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
matahari terbenam NTB konten kreator Lombok