Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tetap Bugar dengan Ramuan Tradisional, Sudah Kantongi Izin Halal dan BBPOM

Lombok Post Online • Minggu, 20 Juli 2025 | 16:49 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Di tengah maraknya produk kimia dan gaya hidup serba instan, masyarakat mulai kembali melirik warisan leluhur: jamu ramuan tradisional.

Gerakan "Back to Nature" yang kini kian populer, mendorong banyak orang untuk memilih pengobatan alami berbasis tumbuhan lokal sebagai solusi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh secara alami.

Salah satunya yang masih tetap eksis di Kota Mataram adalah Jamu Super Joss Madura. Jamu ini jadi buruan utama kaum adam yang ingin meningkatkan stamina.

Jamu tradisional yang diracik oleh Tisam, pria berdarah Arab asal Mambalan, Lombok Barat ini dikenal ampuh.

Gerobak jamu Tisam yang mangkal tiap malam di simpang tiga Pasar Kebon Roek, Ampenan, nyaris tak pernah sepi pelanggan.

Mulai pukul 18.00 hingga 23.00 Wita, warga silih berganti datang mencicipi jamu andalan, Joss Tempur dan Super Joss Madura. Keduanya masuk kategori jamu kuat pria yang banyak dicari, terutama jelang akhir pekan.

“Kalau minum Super Joss Madura, efeknya stamina naik terus,” ujar Tisam saat ditemui, Kamis malam (17/6).

Ramuan Super Joss Madura dibanderol Rp 60 ribu, sementara Joss Tempur Rp 30 ribu per gelas. Meski berbahan dasar telur bebek mentah, tak ada bau amis berkat racikan rempah seperti ginseng hitam, jinten, merica, sereh, jahe merah, dan madu.

Semuanya diseduh langsung di tempat, kecuali jahe yang direbus lebih dulu di rumah.

Jamu Super Joss Madura dan Joss Tempur juga diakui para nelayan Ampenan untuk menambah tenaga sebelum melaut. “Nelayan minum Joss Tempur supaya kuat angkat jaring,” cetus Tisam.

Produk Jamu Kebon Roek racikan Tisam sudah mengantongi izin halal dan BBPOM Mataram. Selain dua andalan tadi, tersedia pula jamu tradisional untuk pegal linu, masuk angin, napsu makan, rematik, dan asam urat yang dibanderol Rp 20 ribu saja.

Bahkan, pelanggan dari Lombok Utara rela menempuh perjalanan jauh demi membeli bubuk jamu asam urat hingga 100 bungkus sekaligus. “Mereka seduh sendiri di rumah,” ujar ayah tiga anak ini.

Cerita awal Tisam meracik jamu tradisional cukup unik. Pada 2018, usai gempa Lombok, ia mengambil alih gerobak dan resep jamu dari seorang peracik asal Madura yang pulang kampung dan tak kembali. Sejak itu, ia belajar meracik jamu secara otodidak dengan bimbingan dari penjual jamu Madura tersebut.

PELANGGAN SETIA: Seorang pria meminum jamu di kedai jamu milik Tisam di sebelah barat pasar Kebon Roek, Ampenan, Kota Mataram, Kamis (17/7).
PELANGGAN SETIA: Seorang pria meminum jamu di kedai jamu milik Tisam di sebelah barat pasar Kebon Roek, Ampenan, Kota Mataram, Kamis (17/7).

Kini, jamunya dikenal luas. Dalam sehari, bisa habis 30 butir telur. Puncak penjualan terjadi saat malam Jumat, Sabtu, dan Minggu, bahkan kerap didatangi rombongan dari luar daerah yang hendak menuju Senggigi.

“Kalau sudah coba, pasti balik lagi. Hampir semua pelanggan repeat order,” ujar Tisam bangga.

Salah satu pelanggan setia, Majid, mengakui khasiat Super Joss Madura sangat luar biasa.

Dari Kebon Roek, Ampenan, nama Super Joss Madura makin menguat sebagai jamu kuat tradisional Lombok yang mampu bersaing dengan produk pabrikan. Dan semua bermula dari satu gerobak sederhana di pinggir jalan. (jay/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#herbal #Kesehatan #ramuan #Kebugaran #tradisional