Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lebih dari Sekadar Olahraga, Yoga Cocok untuk Semua Usia

Lombok Post Online • Sabtu, 27 September 2025 | 13:03 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Yoga yang berasal dari India, kini semakin populer dan digemari oleh masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Bukan lagi sekadar tren, yoga telah menjadi bagian dari gaya hidup modern yang menawarkan keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.

Anggun Wijaya menjadi salah satu penggemar yoga sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kala itu, yoga menjadi salah satu ekstrakurikuler di sekolahnya di Bali.

Walau diawali dengan kewajiban ini, lambat laun dirinya merasakan manfaat mengikuti yoga.

“Kesehatan tubuh tetap terjaga, pikiran kita juga tetap seimbang,” ucap perempuan yang juga menjabat Humas InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) di The Mandalika, Kuta, Pujut, Lombok Tengah itu, Jumat (26/9).

Anggun menuturkan, banyak orang yang awalnya tertarik pada yoga karena manfaat fisiknya.

Gerakan-gerakan yang melibatkan peregangan dan kekuatan dapat meningkatkan fleksibilitas, membangun otot, dan memperbaiki postur tubuh.

Namun, seiring berjalannya waktu, para praktisi menyadari bahwa yoga menawarkan lebih dari itu.

Latihan pernapasan (pranayama) dan meditasi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari yoga membantu menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan meningkatkan konsentrasi.

Di tengah kesibukan hidup yang serba cepat, yoga menjadi oasis ketenangan yang dicari banyak orang.

“Saya biasanya ikut yang level middle, namun belakangan mulai kendor ikut yoga karena kesibukan di pekerjaan,” terangnya.

Meski begitu, menurutnya dengan perkembangan zaman saat ini akses mengikuti kelas Yoga bisa didapat dengan mudah.

Bila tidak sempat ikut bergabung dengan sanggar atau komunitas, dirinya curi-curi waktu melalui berbagai aplikasi.

Misal, kanal YouTube, dan kelas daring (online) membuat yoga dapat dijangkau oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Ini memungkinkan masyarakat untuk belajar dan berlatih yoga dari rumah, tanpa harus terikat dengan jadwal atau biaya yang tinggi.

“Kalau ada waktu luang biasanya ada komunitas di The Nusa Dua, atau gabung dengan tenant ITDC yang mengadakan Yoga,” terangnya.

Beredar anggapan masyarakat bahwa Yoga hanya bisa diikuti oleh mereka yang berbadan lentur.

Namun bagi Anggun anggapan tersebut sudah memudar. Sebab sudah ada berbagai jenis Yoga yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.

Dari Vinyasa yang dinamis, Hatha yang lebih santai, hingga Yin Yoga yang fokus pada peregangan dalam, semua orang bisa menemukan gaya yang cocok.

Bahkan, ada yoga yang dirancang khusus untuk ibu hamil, lansia, atau mereka yang sedang dalam masa pemulihan.

“Inilah yang membuat yoga menjadi inklusif dan diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, tanpa memandang usia atau latar belakang,” kata ibu beranak dua itu.

Secara keseluruhan, Yoga telah bertransformasi dari sebuah praktik spiritual menjadi sebuah gaya hidup yang holistik.

Dengan menawarkan manfaat nyata bagi tubuh dan pikiran, serta semakin mudah diakses oleh semua kalangan, tidak heran jika popularitasnya terus meningkat.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

“Yoga bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kesejahteraan diri,” tutup Anggun.

Penggemar Yoga lainnya, Erry Markonda, ibu rumah tangga asal Mataram, mulai rutin beryoga sejak 2017. Dia tergabung dengan kelas yoga di Golden Club.

“Saya memang pengen yoga. Takut cedera atau apa kalau coba sendiri di rumah tanpa instruktur, apalagi badan nggak terbiasa. Akhirnya pas buka ada instruktur yaudah ikut dari awal,” katanya.

Meskipun aktif dalam berbagai olahraga lain seperti badminton, hiking sudah mendaki Rinjani dua kali hingga puncak, dan berenang, Erry memilih yoga karena alasan intensitas dan stabilitas tubuh.

“Saya pernah ikut aerobik, tapi bagi saya intensitasnya kurang pas. Sementara yoga itu cocok buat saya, sekalipun kelihatannya nggak yang energik banget, tapi lumayan berkeringat,” ujarnya.

Erry menuturkan, manfaat terbesar yoga yang ia rasakan adalah stabilitas otot dalam. Instrukturnya menjelaskan, yoga melatih otot bagian dalam, bukan hanya otot luar, sehingga efeknya lebih permanen.

Alhamdulillah saya yoga itu stabil saja terus. Jadi misalnya saya liburan dua sampai tiga minggu, nanti saya datang lagi ya sama saja, nggak agak kaku atau gimana,” katanya senang.

Rutinitas yoga seminggu sekali ini, bagi Erry, sudah seperti sesi healing yang ditunggu-tunggu. Selain menjaga kebugaran fisik, yoga juga memberikan efek pada mental.

“Bawaannya lebih tenang. Terus kita tidur lebih nyenyak. Rasanya kayak habis ngapain, enak banget tidurnya,” tambahnya.

LEBIH DARI OLAHRAGA: Anggun Wijaya bersama komunitas yoga di The Nusa Dua Bali beberapa waktu lalu.
LEBIH DARI OLAHRAGA: Anggun Wijaya bersama komunitas yoga di The Nusa Dua Bali beberapa waktu lalu.

Di usianya yang menjelang 50 tahun, Erry merasa tetap energik dan jarang sakit.

Ia berpesan, semakin cepat seseorang mulai beryoga, semakin baik, karena kelenturan badan idealnya dilatih sejak usia muda. (ewi/chi/r3)

Editor : Kimda Farida
#tren #yoga #Kesehatan #fisik #mental