Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rinjani Diusulkan Jadi Track Mountain Bike Kelas Dunia, Dongkrak Ekowisata Mewah

Nurul Hidayati • Sabtu, 8 November 2025 | 12:31 WIB
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) secara resmi memberlakukan tarif baru pendakian Gunung Rinjani mulai Senin (3/11).
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) secara resmi memberlakukan tarif baru pendakian Gunung Rinjani mulai Senin (3/11).

LombokPost - Potensi Gunung Rinjani sebagai destinasi petualangan internasional ternyata masih belum tergarap maksimal, terutama bagi para penggemar olahraga sepeda gunung (mountain bike atau MTB).

Anggota Rinjani Cycling Club (RCC) I Made Adiyasa Kurniawan menyuarakan usulan agar kawasan Rinjani dan Sembalun dikembangkan menjadi track MTB kelas dunia.

Dego menjelaskan bahwa kawasan Lombok, khususnya Sembalun, sebetulnya sudah dikenal di kancah internasional.

“Lombok ini sudah terkenal dengan Asia Pasifik Enduro. Enduro Championship itu sudah pernah loh kejuaraan Asia Pasifik di Sembalun,” ungkapnya.

Ia meyakini bahwa dengan pamor Rinjani yang sudah mendunia, membuat track MTB di sana akan menarik minat pemain-pemain top dunia.

Namun, Dego menyayangkan bahwa akses Rinjani bagi pesepeda masih sangat terbatas. “Rinjani itu udah terkenal, tapi untuk pesepeda, Rinjani masih terbatas,” keluhnya.

Ia mencontohkan pengalamannya saat ingin membawa sepeda gunung hingga Pos Dua Rinjani namun tidak diizinkan. Padahal, Rinjani pernah dipakai untuk iklan salah satu brand sepeda dunia, menunjukkan potensi visual dan medan yang luar biasa.

Dego mendorong agar pengelola kawasan Rinjani mengakomodir semua jenis kegiatan rekreasi, bukan hanya mendaki. Menurutnya, Rinjani adalah "berkah untuk kita semua" yang harus dinikmati secara inklusif.

“Sebaiknya diakomodir semuanya,” tegasnya.

Ia mengusulkan agar jalur disiapkan secara terpisah dan terkelola untuk berbagai segmen, seperti:

Hiking/Jalan Kaki: Jalur pendakian konvensional.

Berkuda: Trek khusus untuk olahraga berkuda.

Trail Run: Jalur bagi penggemar lari lintas alam yang sedang populer.

Mountain Bike (MTB): Jalur sepeda gunung kelas dunia.

Dengan luasnya kawasan Rinjani, Dego yakin pengaturan jalur terpisah ini sangat mungkin dilakukan. “Kan tinggal dibuatkan rambu. Tinggal dikasih retribusinya,” katanya.

Ia berharap agar akses tidak dimonopoli hanya untuk pejalan kaki atau ojek yang sudah terdaftar.

Dego menjelaskan bahwa investasi pengembangan track MTB akan sangat menguntungkan dari sisi ekonomi. Para pesepeda gunung, katanya, adalah segmen pasar pariwisata yang berani mengeluarkan biaya besar.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

“Penikmat sepeda gunung itu orang-orang yang berani untuk spend money, berani untuk belanja,” jelasnya.

Ia mencontohkan, banyak pesepeda yang memiliki sepeda seharga ratusan juta rupiah. Bagi mereka, memiliki foto dengan sepeda kesayangan di lokasi ikonik seperti Rinjani adalah sebuah pride (kebanggaan).

Hal ini ia buktikan dengan pengalamannya sendiri. Demi ikut event sepeda di Bromo, ia rela membayar biaya pendaftaran hingga dua juta rupiah, belum termasuk tiket pesawat dan hotel. “Nyampe kita di Bromo, fotoan. Pride. Cuma buat fotoan. Ada kepuasan sendiri,” tuturnya.

Oleh karena itu, jika Rinjani membuka diri untuk pesepeda gunung, diyakini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara secara signifikan, sekaligus menempatkan Lombok di peta olahraga ekstrem dunia.

Editor : Kimda Farida
#rekreasi #MTB #rinjani #sembalun #gunung