LombokPost – Di tengah gairah masyarakat terhadap olahraga gowes, hadir kebutuhan akan perawatan sepeda yang profesional dan berstandar tinggi.
Ferdy Lukman, mantan atlet balap sepeda yang pernah berlaga hingga Korea Selatan, kini menjawab kebutuhan tersebut dengan mendirikan bengkel Kalcer di Gunungsari.
Bengkel ini bukan sekadar tempat service, melainkan pusat perawatan yang dibangun dengan pengalaman dan skill seorang profesional.
Jalan Ferdy di dunia sepeda berawal tak terduga. Setelah dilarang orang tua balapan motor, ia pindah ke sepeda.
“Ternyata barangnya mahal,” kenangnya sambil tertawa.
Demi hobi yang mahal itu, motor di rumahnya habis satu per satu untuk membeli sepeda dan spare part. Sejak 2013 (SMP), ia menggeluti BMX, lalu pindah ke Road Bike pada 2018.
Karier balapnya semakin melambung saat ia bergabung dengan tim CCI Boyolali dan berlaga di Tour D.M.Z Korea pada 2019.
“Persaingannya itu, wih,” ungkapnya, mengakui perbedaan fisik dengan atlet luar negeri, meski ia masih bisa mengimbangi.
Setelah Korea, ia memperkuat tim di Surabaya dari 2021 hingga 2024, menjelajahi seluruh Indonesia, dari Banten hingga Banyuwangi, serta sempat berlaga di beberapa negara lainnya.
Mekanik Berbekal Pengalaman Atlet
Setelah lulus kuliah pada 2024 dan kondisi tim yang tidak lagi kondusif, Ferdy memutuskan mendirikan bengkel sepeda.
Pengalamannya sejak kecil yang terbiasa dengan dunia otomotif (kakak dan bapaknya sering bongkar motor) menjadi modal kuat.
“Nyoba buka bengkel sepeda aja, akhirnya orang tua sama saudara dukung,” kata owner bengkel Kalcer ini.
Ia bahkan mengambil waktu satu tahun sebelum kembali ke Lombok untuk belajar intensif di luar kota, sekaligus berguru dari mekanik senior.
Bengkel yang baru berjalan hampir setahun ini menawarkan jasa dan penjualan spare part cepat laku (fast moving).
Ferdy mengungkapkan bahwa spare part yang paling sering dicari adalah rantai, kampas rem, minyak rem, dan bar tape, komponen yang krusial bagi keselamatan.
Pelanggannya saat ini didominasi oleh penghobi lokal, namun mantan rekan atlet dari Surabaya hingga Jakarta juga kerap datang langsung.
Tantangan Bisnis dan Investasi Kunci Mekanik
Bagi Ferdy, mengurus sepeda modern, terutama road bike, tidaklah rumit kecuali pada bagian kelistrikan.
“Yang paling rumit adalah kelistrikan,” tegasnya, menjelaskan bahwa benturan pada panel-panel elektrik dapat menyebabkan korslet dan mengharuskan penggantian komponen baru.
Berbicara soal bisnis mekanik sepeda, Ferdy menyoroti tingginya investasi yang dibutuhkan.
Ia menyebut, investasi untuk kunci-kunci standar profesional saja bisa mencapai Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.
“Semua alat sepeda itu dikencangkan dengan ukuran torsi. Kalau lebih, patah dia,” jelasnya.
Kunci harus high precision untuk menghindari risiko patahnya spare part yang mahal. Ia bahkan menyebut bahwa stand untuk menggantung sepeda di bengkel saja bisa berharga Rp 5 juta.
”Saya biasanya untuk jasa kisaran Rp 350 ribuan hingga Rp 500 ribuan sekali service yang standar. Tetapi tergantung lagi dari kerumitan dan kendala yang ada di sepeda, ongkos jasanya akan menyesuaikan,” imbuhnya.
Tips dan Biaya Perawatan Super Khusus
Sebagai seorang profesional, Ferdy menyarankan para Goweser untuk selalu melakukan perawatan khusus:
Perawatan Rutin: Sebaiknya servis dilakukan setiap tiga bulan sekali atau 1.000 kilometer sekali.
Perawatan Harian: Lap sepeda dengan lap basah setiap selesai gowes. Keringat mengandung korosi yang dapat merusak komponen.
Sampo Khusus: “Nggak bisa kita mau cuci sepeda pakai sampo mobil, itu nggak bisa,” kata Ferdy. Ada sampo khusus sepeda yang didesain agar tidak merusak komponen dan lubrikasi. Sampo ini harganya bisa mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per botol kecil.
Dengan standar perawatan yang ketat dan investasi alat yang tinggi, Ferdy berharap masyarakat dapat lebih menghargai profesi mekanik sepeda.
Ia juga menyarankan agar penghobi lebih melek teknologi, namun tetap mengandalkan mekanik untuk perawatan dan pemasangan spare part yang presisi.
Editor : Kimda Farida