Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gerakan Pangan Murah di Mataram, Beras Setengah Ton Ludes Dalam 30 Menit

Miq Ade • Selasa, 26 September 2023 | 06:05 WIB
Ibu-ibu menyerbu lapak beras berdesakan membeli beras.
Ibu-ibu menyerbu lapak beras berdesakan membeli beras.
 

 



LombokPost-Langkah strategis stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi tahun 2023. Terutama menghadapi kegiatan Keagamaan Maulid Nabi selama satu bulan penuh di Kota Mataram. 


"Kami merasa perlu melakukan langkah aksi di lapangan, antara lain kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah atau GPM," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram H Lalu Johari, Senin (25/9). 


Kota Mataram sebagai barometer inflasi memiliki wilayah yang peka dengan gejolak harga pangan. Maka diperlukan kegiatan GPM yang masif. "Untuk optimalnya pelaksanaan GPM ini dilibatkan stakeholder terkait," jelasnya. 


Antara lain, perum Bulog, ID FOOD, Petani, Poktan, Gapoktan, Distributor, Asosiasi, dan pelaku usaha pangan lainnya. "Serta dinas instansi terkait di bawah koordinasi TPID," jelasnya. 


Komoditas pangan pembentuk inflasi antara lain beras, gula, bawang putih, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, cabai rawit. "Selanjutnya telur ayam ras dan minyak goreng serta komoditas pangan lainnya yang disediakan oleh petani, peternak, gapoktan," paparnya. 


Terdapat sejumlah vendor berpartisipasi dalam kegiatan GPM. Antara lain, Bank Indonesia, Bulog Divre NTB, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. 


PT Baling-Baling Bambu, CV Semangat Kita, CV Shinta Surya Makmur, PT Sugai Budi Group, CV 88, PT Ruby Starindo, CV Niaga Supermarket Cakranegara, Dinas Pertanian, Pasar Tani, dan Poktan/Gapoktan. 


"Jadwal kegiatan hari ini (kemarin, Red) kita di Masjid Al Istiqomah Karang Anyar Pagesangan Timur Mataram," terangnya. 


Sedangkan hari ini, Selasa 26 September 2023 di kantor Lurah Cakranegara Utara, jalan Gora No 25 Cakranegara. Selanjutnya, Rabu 27 September 2023 Lapangan Badminton Gang Kuburan jalan Jaya Lengkara Babakan Kecamatan Sandubaya. 


"Mulai dari pukul 8 pagi sampai selesai," jelasnya. 


Kegiatan GPM ini dilaksanakan untuk mempermudah akses pangan masyarakat. Sehingga tidak memerlukan biaya transportasi menuju lokasi. 


"Distributor dan vendor yang didekatkan ke masyarakat dengan memberikan harga jual yang lebih murah dari harga di pasar," terangnya. 


Kegiatan ini membantu meringankan masyarakat di tengah naiknya harga bahan pangan pokok. Seperti beras dan gula pasir. 


"Apalagi menjelang hari raya maulid ini terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat seperti daging ayam dan telur," ujarnya. 


Pantauan Lombok Post di lokasi GPM, komoditi seperti beras yang awalnya dibawa Bulog sebanyak setengah ton ludes dalam waktu 30 menit. Warga yang notabene ibu-ibu menyerbu lapak. 


Beras yang habis terjual jenis medium. Persak berisi 5 kilogram (kg) dijual dengan harga Rp 52.000 atau Rp 10.400/kg. Selain itu tersedia beras premium Bulog dihargai Rp 13.200/kg. Beras premium Gapoktan Rp 14.000/kg.


"Kalau di pasar harganya Rp 15.000/kg," banding Nur Hidayati, pengunjung GPM. 


Terdapat juga komoditi lain seperti Gula Pasir, Telur Ayam, Bawang Merah, Bawang Putih, Tepung (Terigu, Beras, dan Ketan), Minyak Goreng (Premium, MinyaKita, Curah), Daging Ayam, Daging Olahan, Santan Margarin Kecap, Makan Olahan, Sayuran, dan Buahan. 


Hingga GPM selesai, tercatat pembukuan transaksi semua komoditi Rp 80.964.000. Komoditi yang paling tinggi mencatatkan penjualan adalah telur ayam sebanyak 600 trai, harga jual 48.000/trai dengan jumlah pembayaran Rp 28.800.000. 


Sedangkan untuk beras terdapat tiga varian. Beras medium laku terjual 2,5 ton dengan harga Rp 26.000.000. Berikutnya beras premium Bulog laku 100 kg dengan harga Rp 1.320.000. Dan, Beras Premium Gapoktan terjual 200 kg dengan harga Rp 2.800.000. Jika ketiganya dijumlahkan maka penjualan beras yang tertinggi yakni Rp 29.560.000. 


Komoditi yang paling sedikit penjualan adalah Daging Olahan terjual 7 pcs dengan harga Rp 252.000. 


"Beras yang habis, langsung kita minta datangkan lagi oleh Bulog," kata Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Kota Mataram Apriadi. 


Pantauan harga di lokasi GPM juga lebih murah. Ada selisih harga antara Rp 1000 hingga Rp 5000 untuk setiap komoditi bila dibandingkan dengan harga di pasar.  


Sementara itu, Lurah Pagesangan Timur Sumarjan menyampaikan terima kasih atas inovasi TPID dan DKP dalam mengatasi lonjakan harga sejumlah komoditi. "Kami tentu bersyukur, atas gerakan ini. Masyarakat juga terlihat sangat antusias," ungkapnya. 


Terlebih menghadapi bulan maulid di mana harga kebutuhan pokok kerap mengalami lonjakan. "Ini sangat membantu sekali," tekannya. 


Ia berharap GPM tidak hanya sekali saja. Tetapi sering, agar masyarakat tidak resah dengan kenaikan harga bahan pokok dipicu oleh beragam isu. "Kalau bisa 3-4 bulan sekali," harapnya. (zad)



Editor : Redaksi Lombok Post
#Kota Mataram #tpid #telur #bulog #Beras #dinas ketahanan pangan #DKP #maulid nabi