Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sandubaya Tumbuh Jadi Kawasan Budidaya Ikan Air Tawar Baru, Catatkan Transaksi Rp 3 Miliar Per Tahun

Miq Ade • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 12:00 WIB
Budidaya ikan air tawar yang tumbuh di kawasan Pengempel Indah, Bertais, Kota Mataram.
Budidaya ikan air tawar yang tumbuh di kawasan Pengempel Indah, Bertais, Kota Mataram.
 
LombokPost-Sektor budidaya ikan air tawar di Kota Mataram menunjukan pertumbuhan yang sangat menggiurkan. Sepanjang tahun 2022 lalu, evaluasi yang dilakukan dinas perikanan memperlihatkan jumlah penjualan ikan air tawar di ibu kota mencapai 370 ton. 
 
Kalau asumsi perkilo ikan dijual dengan harga Rp 25 ribu, maka nilai transaksi atau perputaran uang di sektor budidaya ikan mencapai miliar rupiah. "Nilai produksi kurang lebih Rp 9 miliar," kata Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Perikanan Kota Mataram Wiwi. 
 
Kecamatan Cakranegara, saat ini menjadi kawasan tertinggi produksi ikan air tawar. Meski demikian, data memperlihatkan, kecamatan Sandubaya terus bangkit nilai transaksi ikan air tawar. "Di kecamatan Sandubaya bisa mencapai 130 ton/tahun dengan nilai produksi sekitar Rp 3 miliar," jelasnya. 
 
Pertumbuhan kawasan-kawasan yang menjadi sentra perikanan dinilai sangat bagus. Hal itu menunjukkan adanya geliat pertumbuhan pasar di samping manfaat besar mengkonsumsi ikan. "Dan tentu saja manfaat ekonomi bagi masyarakat," harapnya. 
 
Sejauh ini, Dinas Perikanan Kota Mataram membina sebanyak 68 kelompok ikan. Terdiri atas pembudidaya ikan air tawar dan ikan hias. "Ini data se Kota Mataram," jelasnya. 
 
Ketua Komisi 2 DPRD Kota Mataram Herman memberikan dukungan pada pertumbuhan sektor perikanan air tawar di Kota Mataram. "Ini luar biasa, pemerintah wajib mendukungnya. Kalau sektor hilirisasi juga tumbuh maka nilai perputaran uangnya bisa tumbuh lebih besar lagi," prediksinya. 
 
Menurut politisi Gerindra ini, pemerintah tidak perlu sibuk memikirkan sektor lain yang masih abstrak untuk menggenjot perekonomian masyarakat. Di samping juga Pendapatan Daerah.
 
 Sektor budaya perikanan ini menurutnya sangat layak, diperkuat dan didukung melalui intervensi program lintas OPD sektoral. "Kenapa kita pusing mencari sektor lain yang belum tentu bisa tumbuh dengan baik. Inilah yang harus disupport, karena trennya sangat bagus," paparnya. 
 
Ia mengatakan para pembudidaya juga mampu mengembangkan ekonomi sirkular. "Mereka memanfaatkan sampah untuk memproduksi magot, lalu dengan magot itu jadi pakan ikan, bukankah ini luar biasa dan harus kita support," tegasnya. (zad)
 
Editor : Kimda Farida
#komisi #budidaya #DPRD #Dinas Perikanan #ikan #pendapatn daerah #air tawar #Mataram #opd