LombokPost-Tanda-tanda El Nino segera berakhir dalam dua hari terlihat di langit Kota Mataram. Fenomena yang menyebabkan kemarau panjang yang berakibat pada kekeringan ini juga telah berakibat pada suhu udara yang meningkat panas.
Tanda itu diperlihatkan dengan gulungan awan hitam yang terlihat pada pagi dan sore hari. “Musim kemarau 2023 diprediksi akan berakhir di sebagai wilayah Indonesia mulai akhir bulan Oktober ini,” kata Prakirawan BMKG Desi Megawati, pada Lombok Post, Rabu (25/10).
Sebenarnya bukan kali ini saja, awan hitam menggelayut di langit Kota Mataram. Bahkan pernah juga turun hujan dengan intensitas yang ringan.
Tetapi rupanya hal itu tidak menandai akhir dari kemarau panjang. Setelahnya suhu udara di Kota Mataram kembali meningkat tajam.
Desi Megawati memperkirakan hujan akan mulai intens turun pada awal November 2023 ini. Walaupun prosesnya tidak serta merta, melainkan secara bertahap. “Dan awal musim hujan secara bertahap dimulai awal bulan November 2023,” jelasnya.
Ia mengatakan Kota Mataram dan NTB secara umum situsnya masih cerah berawan. “Namun untuk di wilayah Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Lombok Barat sudah terlihat mulai adanya hujan dengan intensitas ringan-sedang,” paparnya.
Mundurnya waktu masuk musim hujan telah diramalkan oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 NTB Nugra Putrantijo. Ia menyampaikan karena masih dalam pengaruh El Nino musim hujan di NTB diperkirakan mundur dari biasanya.
Secara umum wilayah NTB akan masuk musim hujan pada bulan November, sepuluh hari atau dasarian II.
"Apabila dibandingkan dengan kondisi rata-ratanya awal musim hujan cenderung mundur I hingga lebih dari III dasarian dibandingkan normalnya," katanya.
Nugra mengatakan, prediksi dinamika atmosfer terkini kondisi ENSO saat ini dalam posisi El Nino Moderate. "Dan diprakirakan masih akan berlangsung hingga bulan Desember 2023-Januari 2024," jelasnya.
Angin timuran masih mendominasi hingga awal bulan November 2023. Selanjutnya angin baratan diprediksi mulai aktif yang akan membawa udara relatif basah.
"Kondisi-kondisi tersebut mengindikasikan masuknya awal musim hujan di NTB berpotensi akan lebih lambat dibandingkan normalnya dan diprakirakan sebagian besar wilayah NTB akan mengalami musim hujan dengan durasi yang lebih pendek dari normalnya," paparnya.
Awal Musim di NTB diprakirakan terjadi pada dasarian II November hingga dasarian III Desember. "Bulan November dasarian II meliputi Kota Mataram, sebagian Lombok Barat Bagian Tengah, sebagian Kecil Lombok Utara Bagian Selatan," ujarnya.
Berikutnya sebagian kecil Lombok Tengah Bagian Tengah, sebagian kecil Lombok Barat Bagian Utara, sebagian Lombok Tengah Bagian Utara, sebagian Kecil Lombok Timur Bagian Barat. “Sebagian kecil Lombok Utara Bagian Selatan," jelasnya. (zad)
Editor : Redaksi Lombok Post