LombokPost--Warga tumpah ruah memadati area sisi dalam dan luar kawasan Islamic Center NTB, Kota Mataram. Mereka datang dari berbagai penjuru ibu kota, menyuarakan kepedulian pada nasib korban perang di Gaza, Palestina.
Aksi kemanusiaan itu bertajuk “NTB For Palestine”. Dipusatkan di kawasan, Islamic Center NTB, Kota Mataram.
Peserta aksi damai datang dalam keadaan berwudu kemudian menggelar salat gaib untuk korban perang. Selanjutnya berselawat, berdoa, hingga tidak sedikit yang menitikkan air mata atas kejahatan perang yang dilancarkan militer Israel.
Aksi selanjutnya diisi dengan orasi kemanusiaan dan penggalangan dana untuk rakyat Palestina.
“Penggalangan dana ini akan kami lakukan hingga tanggal 30 November 00.00 WITA, setelah itu kami akan close,” kata salah satu Inisiator aksi damai NTB For Palestine Muhammad Arif Sanjani Natsir, Minggu (26/11).
Selain menggelar donasi outdoor, sebelumnya juga telah menggelar donasi indoor. “Saat itu di event indoor banyak teman-teman pengusaha yang ikut berdonasi,” tutur pria yang berprofesi sebagai bankir itu.
Nantinya, hasil dari donasi akan didistribusikan ke Palestina. Membantu warga sipil yang menjadi korban keganasan perang. “Kita telah bersepakat untuk menyalurkan hasil donasi melalui Baznas NTB,” terangnya.
Melalui kegiatan itu, masyarakat NTB ingin menyuarakan agar penjajahan di bumi Palestina segera berakhir. “Di mana kemerdekaan adalah hak setiap manusia di muka bumi ini,” tegasnya.
Ia berharap, penjajahan dan nyawa yang hilang akibat perang segera diakhiri. “Sudah cukup ibu-ibu yang menangis karena kehilangan nyawa putra-putrinya, atau anak yang menangis karena kehilangan ayah, ibu, dan saudaranya,” ujarnya.
Sementara itu, Arif Sanjani tak menampik ada pihak yang ingin mencampur adukan kegiatan dengan kegiatan politik. Tapi para inisiator aksi konsisten mensterilkan kegiatan dari warna politik tertentu.
“Itu memang subjektif banget (tuduhan ada campur tangan politik), tapi kami imbau semua pihak menanggalkan atribut politiknya,” paparnya.
Semuanya sepakat, satu suara dan satu isu dalam aksi damai itu yakni menyuarakan isu kemanusiaan bagi Palestina. “Itu sudah hasil diskusi kami bersama,” tegasnya.
Sejak acara dimulai hingga selesai, aksi berlangsung aman, tertib, lancar, dan damai. “Yang kita tonjolkan adalah kedamaian, kelembutan, dan sebagainya,” pungkasnya.
Panitia juga menyampaikan terima kasih pada aparat keamanan yang telah membantu mengawal kegiatan hingga usai. Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama NTB TGH Subki Al Sasaki dalam orasi kemanusiaan menyampaikan warga NTB ikut berduka melihat kondisi rakyat Palestina. “Tapi kita hanya bisa menangis, menangis seperti wanita tua, berkumpul dan berkumpul. Padahal, hati kami tercabik-cabik ketika saudara seiman teraniaya. Saudara Palestina kami diambil haknya,” serunya.
Ia mengajak masyarakat mendoakan yang terbaik bagi Palestina. Mendoakan agar segera bebas dari penjajahan dan agresi keji militer Israel. “Semoga setetes air mata kita, menjadi saksi kelak di hadapan Allah,” ungkapnya. (zad)
Editor : Hidayatul Wathoni