LombokPost--Dinas Pertanian Kota Mataram masih memantau dampak perubahan iklim pada hasil pertanian di ibu kota. Sejauh ini belum ada laporan petani alami gagal panen.
Tetapi, cuaca buruk angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu menyisakan persoalan bagi tanaman padi. Beberapa hektare tanaman padi mengalami tumbang dan menyulitkan proses panen. “Kalau pasokan airnya masih mencukupi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram M Saleh.
Dampak dari tanaman padi tumbang, belum mengarah pada gagal panen. Tanaman padi itu dianggap masih bisa tumbuh hingga bisa dipanen.
Persoalan hanya lebih sulit ketika dipanen saja. Luasan lahan pertanian yang mengalami masalah tersebut diperkirakan mencapai 2 hektare (ha) di kawasan Sekarbela.
“Memang ada kekhawatiran dampak ke depannya, kalau melihat ramalan BMKG,” ujarnya.
Sejumlah tanaman padi yang tumbang tersebar di sejumlah petak sawah. Namun Saleh, kembali menekankan kondisi itu tidak mempengaruhi hasil panen.
Pantauan Lombok Post, tanaman padi yang tumbang beberapa di antaranya telah menguning. Tinggal menunggu waktu untuk bisa dipanen.
Saleh berharap petani ibu kota dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan pangan daerah. Hal lain yang perlu dipertimbangkan yakni premi asuransi.
Sehingga petani bisa tetap tenang ketika menghadapi situasi sulit seperti ancaman gagal panen. Begitu pun dari aspek pemenuhan pupuk, petani diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pupuk subsidi dengan menggunakan pupuk organik.
“Kita harus dapat mengantisipasi dari banyak sisi, jatah pupuk subsidi mengalami penurunan akibat luas lahan (yang menurun),” paparnya. (zad)
Editor : Hidayatul Wathoni