LombokPost--Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin yang baru dilantik berkomitmen meminimalisir kebocoran pendapatan dari sektor parkir. Salah satunya yang dipicu aksi premanisme dalam parkir.
“Premanisme dalam parkir ini kan terjadi karena ada jukir (juru parkir, Red) utama dan pembantu,” ucapnya, Rabu (31/1).
Tetapi di masa kepemimpinan kepala dinas sebelumnya hierarkis jukir ini telah dihapus. “Sudah diselesaikan zaman pak Saleh,” ujarnya.
Selain itu, Dishub menggandeng aparat kepolisian dalam penertiban jukir liar di Kota Mataram. “Saya kira kita memang harus tegas secara hukum. Tidak boleh ada ruang bagi praktik premanisme,” tekannya.
Pihaknya akan terus berusaha pemberantasan premanisme di perparkiran. Hal ini merupakan salah satu pemicu kebocoran pendapatan dari sektor parkir.
“Bagaimana pun pendapatan dari sektor parkir ini akan dikembalikan untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Pembinaan pada jukir nakal juga akan dilanjutkan. “Itu bisa menjadi syok tetapi bagi jukir agar taat pada aturan penarikan dan penyerahan retribusi,” paparnya.
Zulkarwin optimis target Rp 15 miliar PAD dari sektor retribusi parkir bisa tercapai. Antara lain dengan mengurangi kebocoran pendapatan, perbaikan sistem, termasuk juga berjalannya aturan baru mengenai kenaikan retribusi parkir.
Sebagai gambaran pada tahun 2023 capaian retribusi parkir Rp 9,4 miliar dari target Rp 11 miliar. “Memang kita juga tidak bisa gegabah menentukan target karena harus melalui kajian seperti potensi, uji petik, jangan sampai target terkesan ambisius,” pungkasnya. (zad)
Editor : Kimda Farida