Pemkot sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 9 miliar.
"Bangunan yang akan kita beli ini bekas bank pemerintah Belanda," kata Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri.
Bangunan tersebut dibeli untuk mempertahankan cagar budaya. Perlu diperbaharui dan dijaga.
"Bangunan itu memiliki sejarah di Kota Mataram," jelasnya.
Kota Tua Ampenan, menjadi saksi sejarah pembangunan Kota Mataram.
Banyak bangunan tua di kawasan Ampenan yang dikunjungi. Baik, wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Sehingga perlu kita kembangkan," terangnya.
Bangunan bekas Bank Belanda itu sangat diinginkan menjadi aset Pemkot Mataram agar dapat ditata dan dikelola dengan baik.
"Kalau dikelola baik, Kota Tua Ampenan pasti akan lebih indah," jelasnya.
Bangunan tersebut nanti akan dijadikan sebagai museum. Tempat menyimpan hasil karya masa lalu.
"Seperti foto-foto zaman dahulu, dan benda bersejarah lainnya," kata dia.
Saat ini lahan dan bangunan tersebut merupakan milik pribadi. Bukan milik Pemprov NTB.
"Pemiliknya sekarang berada di Belanda," bebernya.
Tetapi, ada pihak keluarganya masih berada di Kota Mataram. Pemkot Mataram sudah berkoordinasi dengan keluarganya.
"Pemilik juga sudah menawarkan ke kita untuk segera dibayar," ungkapnya.
Artinya sudah ada lampu hijau untuk dilakukan transaksi. "Semoga semua berjalan lancar," harapnya. (arl/r3)
Editor : Marthadi