LombokPost--Kota Mataram akan membangun Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Tim ini akan menyediakan pelayanan dalam mencegah, menanggulangi, dan menanggapi masalah keamanan siber.
Pembentukan ini didasari penilaian Kota Mataram memenuhi kriteria untuk memiliki tim ini. “Keberadaan internet telah menciptakan suatu revolusi tersendiri di berbagai sektor, namun perkembangan teknologi ini bukan tanpa risiko,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dikominfotik) Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, Senin (11/3).
Pesatnya penggunaan dan pemanfaatan teknologi internet di ibu kota telah membuat terbukanya berbagai persoalan siber. “Faktor risiko terbesar adalah terjadinya insiden keamanan siber yang tidak diinginkan baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja,” paparnya.
Oleh karenanya, sesuai program prioritas nasional yang dituangkan dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, perlu juga mengantisipasi terjadinya insiden siber. Suandi mengatakan Pemerintah Kota Mataram menjadi salah satu target pembentukan CSIRT oleh BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) karena dianggap telah memenuhi kriteria pembentukan team tersebut.
“Kita patut bersyukur kota Mataram menjadi salah satu dari 32 kabupaten/Kota di Indonesia yang memenuhi kriteria untuk pembentukan CSIRT dimaksud,” paparnya.
Diterangkan juga CSIRT merupakan organisasi atau tim dalam mendukung penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan wujud komitmen dan konsistensi pemerintah dalam menjamin keamanan ruang digital. “Juga implementasi nyata kolaborasi dan sinergi pemerintah pusat dalam hal ini BSSN dengan Pemerintah Kota Mataram,” tekannya.
Langkah ini diharapkan menjadi salah satu kunci membangun ruang siber yang aman dan terkendali. “Kami berkomitmen untuk memberikan Layanan Publik yang mudah, murah, dan tentunya menjamin keamanan informasi dan data yang kita miliki terjaga,“ tegasnya. (zad)
Editor : Rury Anjas Andita