LombokPost-Lebaran Ketupat atau Topat tahun ini diprediksi meriah. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memusatkan kegiatan tersebut di tiga lokasi. Antara lain, Musala Siti Aisyah Kantor Wali Kota Mataram, Makam dan Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq, dan Makam Bintaro.
Acara di Musala khusus untuk aparatur sipil pemerintah. Sedangkan dua lokasi lainnya yakni Loang Baloq dan Makam Bintaro dihajatkan bagi masyarakat luas.
“Acara di Musala Siti Aisyah dimulai dari pukul 07.00 WITA dan selesai sekitar pukul 08.00 WITA,” kata Asisten 1 Setda Kota Mataram Lalu Martawang, Senin (15/4).
Acara yang dilangsungkan di Loang Baloq dan Makam Bintaro hampir bersamaan yakni sekitar pukul 08.30 WITA. Warga dapat memilih salah satu lokasi, ataupun mengunjungi kedua tepat, karena masing-masing menyuguhkan rangkaian acara hingga sekitar pukul 11.00 wita.
Martawang atau yang beken disapa Aweng mengatakan, konsep acara tetep dikemas dengan nilai-nilai religius. Di Loang Baloq dimulai dengan acara ngurisan, zikir, dan doa.
“Nanti akan ada penampilan tarian kembang sembah di venue utama,” jelasnya.
Selanjutnya, pembukaan secara seremonial. Kemudian dilanjutkan dengan acara prosesi budaya. “Juga akan ada penyerahan Naskah Hikayat Lebaran Topat Mentaram,” paparnya.
Setelah itu prosesi membawa topat agung. Sebelum topat tersebut dipotong, akan ada acara pembukaan secara resmi oleh kepala daerah.
“Setelah dilakukan pemotongan topat agung, akan ada perform kesenian hadrah,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang mengikuti lebaran topat di makam Bintaro juga disuguhkan rangkaian acara tak kalah menarik. Di tempat tersebut disediakan dua rangkaian acara.
Baca Juga: Perang Topat dan Lebaran Topat Berpotensi Masuk Kalender Pariwisata Nasional 2024
Acara pertama, rombongan kepala daerah dan tamu undangan akan disambut kesenian khas etnis Tionghua yakni Barong Sai. Berikutnya, disambut lagi dengan tarian kolosal Gendang Beleq.
“Kemudian akan ada prosesi pengalungan surban oleh duta wisata,” jelasnya.
Rombongan kepala daerah dan tamu undangan kembali disambut oleh tarian dan kesenian yang dapat disaksikan oleh warga masyarakat. “Setelahnya akan dilakukan ziarah makam yang dilanjutkan dengan ngurisan dan pembacaan hikayat lebaran Topat oleh Majelis Adat Sasak,” terangnya.
Di rangkaian acara kedua, setelah rangkaian pembukaan secara seremonial dan pembukaan oleh wali kota, akan ada penyerahan hadiah lomba pawai semarak takbiran. “Puncak acaranya adalah pemotongan topat agung dan pemukulan bedug,” paparnya.
Pemerintah juga telah mengestimasi eskalasi kunjungan wisatawan dalam daerah dan luar daerah ke ibu kota. Pemetaan dilakukan dengan mendata dan melakukan pengawasan di 21 titik lokasi wisata.
Adapun 21 titik lokasi yang akan diawasi antara lain, lima titik di kecamatan Ampenan. Meliputi pantai Ampenan, Pantai Meninting, pantai Pura Segara, Makam Bintaro, dan Teras Udayana.
Berikutnya, lima titik di kecamatan Sekarbela. Meliputi Pantai Tanjung Karang, Makan dan Taman Loang Baloq, Pantai Gading, Pantai Sunset Land, dan pantai Selingkuh.
“Di kecamatan Cakranegara ada empat titik antara lain Taman Mayura, Kolam Renang Mayura, Wahana Bermain Transmart, dan Wahana Bermain Mataram Mall,” jelasnya.
Selanjutnya di kecamatan Sandubaya dipetakan dua titik yang akan menjadi episentrum keramaian publik. Meliputi Kolam Renang Cantika dan Taman Selagalas. Di kecamatan Selaparang juga akan diawasi dua lokasi yakni Wisata Religi Islamic Center dan Nirwana Waterpark.
Sedangkan di kecamatan Mataram terdapat tiga lokasi berpotensi dikunjungi wisatawan. Antara lain, Kolam Renang Kura-kura, Wahana Bermain Lombok Epicentrum Mall, dan RTH Pagutan.
Prediksi wisatawan yang mendominasi datang ke ibu kota adalah dari warga desa-desa di luar daerah. Di samping juga wisatawan antar kota dan juga mancanegara diperkirakan ikut meramaikan titik-titik wisata ibu kota.
“Tugas dan peran dibagi plotingan petugas secara terpadu untuk mengantisipasi setiap situasi dan kondisi yang berkembang di lapangan. Apel Siaga kesiapan personil akan dilaksanakan pada Rabu pagi di Loang Baloq,” ucapnya.
Sementara itu, untuk kelancaran pengamanan kegiatan lebaran topat di Kota Mataram telah dilakukan rapat koordinasi bersama Pemkot Mataram. Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung Kapolreta Mataram Kombes Pol Dr Ariefaldi Warganegara.
Baca Juga: Manfaatkan Lebaran Topat untuk Bangkitkan Pariwisata Lobar
Dalam skema pengamanan, aparat keamanan telah memetakan 11 potensi kerawanan. Antara lain, laka laut, gelombang tinggi dan cuaca ekstrem, anak hilang, kerumunan krodit pengunjung, pingsan dan ayan, lakalantas, kejahatan jalanan, penumpukan parkir, perebutan lahan parkir, dan potensi perkelahian.
Untuk langkah penanganan oleh kepolisian akan dilakukan melalui empat tahap. “Preemtif, preventif, represif, dan kuratif,” kata Ariefaldi.
Mendukung kelancaran pengawasan Polresta Mataram akan membentuk Pos Yan, Pos Pam, Pos Terpadu, dan Pos Pantau. “Totalnya sebanyak 12 titik,” terangnya.
Lokasi antara lain, Pos Pantau Meninting, Pos Pantau Makam Bintaro, Pos Pam Kebon Roek, Pos Pantau Pantai Boom Ampenan, Pos Pantau Tanjung Karang.
Berikutnya, Pos Terpadu Loang Baloq, Pos Pantau Pintu Masuk Sunset Land, Pos Pantau Pintu Masuk Pantai Gading, Pos Pantau Bundaran Jempong, Pos Terpadu Epicentrum Mall, Pos Pam Karang Jangkong, dan Pos Yan Narmada.
Aparat kepolisian juga secara aktif membangun koordinasi dengan lembaga dan pihak terkait untuk kelancaran acara lebaran topat. Selain itu akan dilakukan penyiagaan personil Dit Polairud dan Basarnas.
“Kami juga berkoordinasi dengan BMKG guna mendeteksi dini cuaca satu minggu ke depan,” terangnya.
Aparat kepolisian menggencarkan sosialisasi agar warga senantiasa waspada dan hati-hati membawa keluarga dan barang berharganya. Kemudian menyiapkan rekayasa lalu lintas mencegah kemacetan parah.
Dilakukan juga deteksi pada kantong-kangong parkir, pembuatan pos pengamanan gabungan TNI dan Polri, membantu mengarahkan warga ke lokasi wisata yang akan dituju, dan penyebaran alat sosialiasi yang berisi himbauan agar senantiasa hati-hati dalam berkegiatan.
“Sinergi seluruh stakeholders bersama sama mewujudkan kondisi yang aman dan kondusif saling menguatkan dan mendukung untuk suksesnya penyelenggaraan lebaran topat di Kota Mataram,” pungkasnya.
Tradisi lebaran Topat juga diharapkan bisa menggaet wisatawan. ”Momen lebaran Topat ini menjadi nilai jual pariwisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra.
Untuk menggaet wisatawan, Cahya sudah melibatkan pelaku pariwisata. Seperti, Asosiasi Hotel Mataram (AHM); Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA); serta stakeholder lainnya. ”Kita ajak mereka untuk mengajak para tamu yang menginap di hotel wilayah Mataram dan sekitarnya untuk menonton. Wisatawan domestik atau mancanegara,” terangnya.
Mereka akan diberikan menonton secara gratis. Langkah itu sebagai pemberian jamuan untuk memperkenalkan tradisi budaya, religi di Kota Mataram. ”Sehingga memberikan kesan yang positif ke para wisatawan,” ujarnya.
Baca Juga: Momen Tokoh Nonis Ramaikan Maaf-Maafan di Bulan Syawal
Dengan begitu, paling tidak wisatawan bisa mengenal makna dari tradisi tersebut. Selain itu, bisa memberikan dampak untuk menyebarluaskan tradisi yang ada di Kota Mataram. ”Diharapkan para wisatawan juga turut mempromosikan tradisi Lebaran Topat,” harapnya.
Ada beberapa yang akan dilakukan saat menjalankan tradisi tersebut. Yakni, ziarah ke makam para ulama, selakaran, zikir, ngurisan atau tradisi cukur rambut bayi, dan berdoa kepada Allah SWT.
Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, tradisi ini meniliki nilai jual wisata religi dan budaya. Itu sudah ditangkap Dispar Kota Mataram. ”Makanya nanti perayaannya akan digelar lebih semarak,” terangnya.
Rencananya, perayaan natal nanti akan dihadiri Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dan Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman. ”InsyaAllah pak wali hadir nanti,” ujarnya.
Masyarakat dari berbagai kalangan juga nanti akan ramai datang. Pasti akan berkumpul di kawasan pantai. ”Untuk itu yang perlu kita jaga juga keamanan dan ketertibannya,” jelasnya.
Untuk lancarnya kegiatan tersebut, Polresta Mataram sudah siap memback up. Seluruh stakeholder dari TNI-Polri dan Pemkot Mataram sudah menggelar rapat koordinasi (Rakor). ”Tujuannya tidak lain untuk menyukseskan perayaan tradisi ini,” ungkapnya.
Dia berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan kesan yang positif ke masyarakat. Terutama juga para wisatawan yang menyaksikan. ”Tradisi tahunan ini akan tetap dipertahankan,” ujarnya.
Terpisah, Kasatlantas Polresta Mataram Kompol Bowo Tri Handoko mengatakan, untuk mengamankan kegiatan Lebaran Topat, pihaknya sudah mendirikan pos penyekatan lalu lintas. Tujuannya untuk mengantisipasi kemacetan.
”Saat pelaksanaan tradisi Lebaran Topat ini kebanyakan masyarakat datang ke kawasan pantai. Terlebih lagi pemerintah daerah juga akan mengemas tradisi itu lebih semarak. Sehingga perlu kita antisipasi kemacetannya,” kata Bowo.
Pos penyekatan itu disiapkan di beberapa titik. Yakni, di Bundaran Jempong, Dasan Cermen, simpang tiga Kebon Roek, simpang lima Kota Tua Ampenan, simpang empat Gunungsari Lombok Barat; dan simpang tiga Ireng. ”Kita lakukan penyekatan untuk mengantisipasi banjirnya kendaraan yang datang ke arah pantai,” ujarnya.
Nanti pengendara yang melintas juga akan dipertanyakan tujuannya. Terutama yang berada di kawasan arah Senggigi. Yang boleh melintas itu adalah tamu hotel, karyawan hotel, penduduk sekitar yang berada di kawasan Senggigi. “Itu bentuk antisipasi supaya kendaraan tidak menumpuk dan berpotensi memunculkan kemacetan,” bebernya.
Pada pos penyekatan itu, akan dipantau sejumlah kendaraan yang dilarang melintas ke kawasan jalur ke pantai. Seperti, mobil pikap digunakan untuk mengangkut orang. ”Kami melarang pikap yang digunakan untuk mengangkut orang.Kalau dijumpai kita minta untuk putar balik,” tegasnya.
Selain itu juga, kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai spesifikasi teknis akan diberikan tindakan tegas. ”Selain tidak diberikan melintas. Kami juga akan terapkan tilang,” tegas Bowo.
Baca Juga: Iran Ingatkan Amerika, Tak Usah Ikut Campur Dalam Pertikaiannya dengan Israel
Mobil pikap dapat mengakibatkan fatalitas kecelakaan lebih tinggi. Sementara knalpot brong dapat mengganggu ketertiban masyarakat. ”Kita menginginkan kegiatan tradisi Lebaran Topat ini berjalan aman, lancar, dan tertib,” harapnya.
Terkait dengan pemberlakuan one way akan dilihat dari situasional lapangan. Jika sudah dianggap kendaraan melimpah ke arah pantai akan langsung diberlakukan. “Kemungkinan kita akan terapkan one way mulau pukul 17.00 Wita. Diharapkan pukul 19.00 Wita sudah tidak ada lagi titik kemacetan,” bebernya. (zad/arl/r3)
Editor : Akbar Sirinawa