LombokPost--Meski pembenahan telah dilakukan pada sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Mataram, persoalan lampu mati di tengah kota masih terjadi. Seperti yang terjadi di sepanjang jalan bung Karno dari depan RSUD Kota Mataram hingga simpan jala, kawasan Pagutan di Minggu (5/6) malam.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin mengatakan, lampu yang mati itu telah ditangani. “Sebenarnya sudah langsung diperbaiki tadi malam. MCB-nya terbakar. Siang ini (kemarin, Red), sudah diganti,” ucapnya, Senin (6/5).
Kerusakan seperti itu ditekankan hal yang lumrah terjadi. Namun, penanganannya tidak membutuhkan waktu panjang.
Hal ini terkait sistem keamanan kelistrikan. Bisanya gak itu disebabkan oleh adanya lonjakan daya di waktu tertentu.
Bukan karena kerusakan unit yang berakibat penggantian lampu jalan. “Kerusakan itu sudah termonitor dan langsung ditangani,” ucapnya.
Masyarakat di ibu kota ditekankan tidak risau dengan situasi matinya lampu jalan yang tentatif. Dikatakan bahwa dishub memiliki tim lapangan yang menangani persoalan lampu jalan.
Lampu jalan harus dipastikan menyala, mencegah lakalantas dan berbagai aksi kejataan jalanan yang bisa terjadi di malam hari. Oleh karenanya, dishub berkomitmen memelihara penerangan lampu jalan di semua ruas jalan ibu kota.
Komitmen itu telah ditunjukkan dengan revitalisasi lampu jalan menggunakan solar cell. “Saat ini kami telah merampungkan pemasangan 116 titik PJU tenaga surya dua lengan dan 29 titik PJU tenaga surya satu lengan,” ucapnya.
Pihaknya perlu mengevaluasi kinerja solar cell untuk melihat efektivitas dan efisiensi dalam mengurangi biaya beban daya listrik. Jika hasil itu terbukti efektif mengurangi pembiayaan daerah, maka bukan tidak mungkin dilanjutkan ke ruas jalan yang lain.
“(Pergantian lampu konvensional ke solar cell di APBD Perubahan) tidak ada (tahun ini),” pungkasnya. (zad/r3)
Editor : Hidayatul Wathoni