LombokPost-Pembangunan gedung pusat pengendalian operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana (Pusdalops) sudah mulai ditender.
Pelaksanaan tendernya dilakukan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
”Sudah mulai masuk tender. Memungkinkan bisa dibangun akhir bulan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor.
Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan gedungnya mencapai Rp 2 miliar.
Pemkot Mataram nanti hanya menerima hasil pembangunan.
”Kami hanya membantu menyiapkan lahan. Letak lahannya berada di samping kantor BPBD Mataram,” kata dia.
Lahan yang disiapkan sudah clean and clear. Luasan lahan yang disiapkan 400 meter persegi.
”Sedangkan luasan gedungnya nanti hanya 17x20 meter persegi,” terangnya.
Denahnya sudah disetujui.
Bahkan, detail engineering desain (DED) sudah final.
”Kita juga sudah petakan pemasangan tower tsunami early warning system,” kata dia.
Pemasangan tower tersebut terpasang di delapan kelurahan. Pemasangannya, dilakukan di sejumlah kawasan yang berdekatan dengan pesisir.
”Kita sudah bebaskan lahannya untuk pemasangan tower itu,” jelasnya.
Mahfuddin mengatakan, keberadaan tower peringatan dini tsunami itu bisa berfungsi sebagai langkah antisipatif, jika terjadi kebencanaan.
”Pembangunan itu, harus dibangun tahun ini. Karena, Kota Mataram dan beberapa daerah lain menjadi prioritas,” kata dia.
Fungsi gedung Pusdalops sangat dibutuhkan saat ini. Mengingat potensi bencana di Kota Mataram cukup rawan.
”Terakhir juga terjadi gempa. Jadi perlu mulai dipasangkan tower dan keberadaan gedung itu,” ungkapnya.
Apalagi, saat ini sudah memasuki musim kemarau. Perlu kiranya gedung Pusdalops sebagai pengendali berbagai macam bencana.
”Jadi, mana titik koordinat yang rawan terjadi bencana di wilayah Mataram dapat dipantau,” kata dia.
Saat musim kemarau, BPBD tetap mengantisipasi kebencanaan.
Sejumlah logistik disiapkan.
”Seperti, tangki air, terpal, dan peralatan lain pada umumnya. Kalau tangki air kita punya kapasitas 2.500 liter,” terangnya.
Yang paling penting diantisipasi adalah bencana kebakaran. Dia megimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan.
”Kalau mau bakar sampah perlu melihat sekeliling lingkungannya terlebih dahulu,” imbaunya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida