LombokPost-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram tak henti-hentinya berinovasi.
Kali ini dengan membuat satu inovasi penting dalam pelayanan kesehatan karena dapat meningkatkan harapan hidup pasien.
Direktur RSUD Kota Mataram dr Hj Eka Nurhayati menyebut inovasi ini dinamai RAJA HARUM.
Akronim dari Respons Cepat Serangan Jantung untuk Harapan Hidup Meningkat.
“Ini adalah inovasi pelayanan terbaru dari RSUD Kota Mataram,” tekannya, kemarin (19/5).
Dokter Eka menjelaskan, inovasi ini sangat diperlukan warga kota melihat tren kasus penyakit jantung yang meningkat.
Hadirnya pelayanan ini akan memperbesar peluang harapan pasien di tengah ancaman serius serangan jantung yang dapat merenggut nyawa dengan cepat dan tiba-tiba.
Inovasi ini masih dalam satu rangkaian inovasi pelayanan respons cepat melalui aplikasi emergency buttom yang telah lebih dulu diluncurkan.
Kehadiran layanan ini akan membuat pelayanan semakin progresif dalam melakukan langkah-langkah penyelamatan kedaruratan.
“Respons kami akan lebih cepat dalam memberikan penanganan serangan jantung melalui emergency buttom,” terangnya.
Jaminan berikutnya atas inonasi ini adalah pasien yang terkena serangan jantung mendapat prioritas layanan.
“Proses rujukan yang lebih cepat karena kami sadar ini menyangkut nyawa pasien yang harus diselamatkan dalam jangka waktu yang terbatas,” ujarnya.
RAJA HARUM juga melakukan upgrade sistem pelayanan.
Di mana pasien jantung mendapatkan alur khusus penanganan yang efektif dan efisien.
Alur ini ditopang dengan sumber daya medis yang spesifik.
“Kami menekankan tentang penatalaksanaan kegawatdaruratan di IGD,” tekannya.
Keluarga pasien tidak perlu cemas dengan profesionalitas penanganan.
RSUD memastikan reperfusi segera oleh dokter yang ahli di bidangnya dan alat canggih.
“Kami menggunakan Thrombolitic atau Primer PCI di ruang cateterisasi jantung,” tekannya.
Selanjutnya fasilitas untuk perawatan memakai ruang ICCU.
Ruangan dengan fasilitas lengkap untuk menjaga performa jantung pasca kegawatdaruratan.
“Kami juga melakukan penatalaksanaan pasien dengan gagal jantung pada Klinik Gagal Jantung RSUD Kota Mataram,” ucapnya.
Terkait kompetensi tenaga medis yang akan melayani, tidak perlu risau.
Manajemen menempatkan tenaga-tenaga terlatih dan profesional dalam pelayanan.
Skill mereka terasah melalui pelatihan secara berkala yang diadakan RSUD Kota Mataram.
Lebih-lebih dengan keberadaan inovasi RAJA HARUM yang diluncurkan saat ini, skema pelayanan efektif dan efisien harus dikuasai tenaga medis RSUD.
“Untuk itu kami sudah mengadakan pengenalan dan bimbingan teknis RAJA HARUM dengan tujuan meningkatkan kapasitas kemampuan tenaga kesehatan serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penerapan inovasi RAJA HARUM,” paparnya.
RAJA HARUM ini menjadi inovasi pelayanan kesehatan dengan skala pelibatan instansi terbesar.
RSUD Kota Mataram menggandeng seluruh rumah sakit di kota, seluruh puskemas di kota, SMA Negeri se Kota Mataram, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Satpol PP Kota Mataram.
“Seperti nama RAJA HARUM, kami menginginkan pelayanan ini menjadi besar dengan cakupan yang luas yang diharapkan dapat menyematkan banyak nyawa warga,” paparnya.
Dokter Eka sekali lagi menekankan tentang misi dari inovasi pelayanan kesehatan ini yang sangat mulia.
“Dengan adanya inovasi RAJA HARUM ini kami harapkan dapat meningkatkan kecepatan dan kualitas penatalaksanaan pasien dengan serangan jantung, serta meningkatkan harapan hidup masyarakat dengan penyakit gagal jantung,” pungkasnya. (zad/r3/adv)
Editor : Marthadi