LombokPost-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mematangkan persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2024.
Mereka mengumpulkan seluruh kepala sekolah di Mataram.
”Besok ini datang (Senin, 20/5), semua saya panggil kepala sekolah untuk kita bahas mengenai PPDB,” kata Kadisdik Kota Mataram Yusuf.
PPDB bakal mulai dibuka 24 Juni. Pengumuman dilakukan 5 Juli.
”Waktu tinggal satu bulan lebih. Makanya kita perlu matangkan persiapannya,” kata dia.
Yusuf menekankan, penerimaan siswa tetap menggunakan sistem zonasi. Sistem tersebut yang perlu dirapikan.
”Tujuannya supaya tidak terjadi penumpukan pendaftaran siswa pada satu sekolah saja,” terangnya.
Tidak hanya itu, ada juga permasalahan irisan wilayah zonasi.
Misalnya, di SMPN 1 Mataram, SMPN 2 Mataram, dan SMPN 15 Mataram itu berderet sekolahnya.
”Itu harus kita rapikan wilayah zonasi masing-masing,” kata dia.
Jadi tidak lagi akan dilihat berdasarkan kelurahan.
Tetapi, akan dilihat berdasarkan lingkungan atau RT.
”Itu saja yang perlu kita rapikan,” kata dia.
Yang diantisipasi juga, beberapa pelajar mulai mengurus perpindahan domisili.
Tujuannya, agar mereka dapat bersekolah di tiga sekolah tersebut.
”Persoalan itu, kita sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil,” ujarnya.
Nanti akan dilihat kapan pelajar itu pindah domisili. Jika baru pindah langsung akan tertolak oleh sistem.
”Ada aturan mainnya nanti mengenai perpindahan domisili itu,” tegasnya.
Yusuf menjelaskan, masing-masing sekolah akan menerima siswa bervariasi. Tergantung jumlah kelas yang tersedia.
”Intinya, maksimal per rombel (rombel) jumlahnya 28 siswa,” tegasnya.
Mengapa jumlah rombel dikurangi, padahal standar per rombel jumlahnya 30 siswa.
Apakah itu bisa mengantisipasi titipan para pejabat?
Yusuf menjawab, tujuan dikurangi jumlah rombelnya itu untuk mengantisipasi adanya pendaftar yang tidak diterima di wilayah zonasinya.
”Karena ketetapan zonasi, setiap pelajar yang berada di domisili wilayahnya harus tetap bersekolah di sekolah zonasi,” kelitnya.
Dia menegaskan, tidak ada istilah titipan para pejabat.
”Tidak ada siswa titipan,” tegasnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida