Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tingkatkan Ekonomi Kreatif, Dispar Mataram Latih 80 Warga Bikin Kue

Galih Mega Putra S • Kamis, 23 Mei 2024 | 07:01 WIB
BERIKAN ARAHAN: Kadispar Kota Mataram memberikan arahan kepada para peserta pelatihan ekonomi kreatif yang diperuntukkan warga miskin, kemarin (21/5).(HARLI/LOMBOK POST)
BERIKAN ARAHAN: Kadispar Kota Mataram memberikan arahan kepada para peserta pelatihan ekonomi kreatif yang diperuntukkan warga miskin, kemarin (21/5).(HARLI/LOMBOK POST)

LombokPost-Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram terus meningkatkan ekonomi kretif.

Menyasar warga miskin guna meningkatkan taraf hidupnya.

”Ada sebanyak 80 warga miskin yang kita berikan pelatihan ekonomi kreatif,” kata Kadispar Kota Mataram Cahya Samudra.

Pelatihan yang diberikan berupa pembuatan kue. Dikemas dalam pastry dan cookies.

”Kita berikan pelatihan ini selama tiga hari ke depan,” jelasnya.

Pesertanya merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Mataram.

Mereka yang diutus sudah tercatat dalam warga miskin.

”Kita berikan pelatihan supaya mereka memilki bekal untuk bisa berusaha meningkatkan pendapatannya,” ujarnya.  

Pelatihannya dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilatih 40 orang.

”Pada Juni nanti baru ditambah 40 orang,” jelasnya.

Pelatihan tersebut dilakukan berdasarkan arahan dari Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Tujuannya membuka peluang usaha ekonomi kreatif memberikan kesempatan kerja untuk kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini, Pemkot Mataram sedang konsen juga menekan angka kemiskinan,” kata dia.

Pelatihan kue yang diberikan bukan tradisional.

Melainkan, pembuatan kue terbaru atau yang sedang banyak dicari masyarakat.

”Bukan hanya cara membuat kue, tetapi juga bagaimana cara mengemasnya supaya terlihat lebih bagus,” kata dia.

Setelah pelatihan, mereka akan diberikan peralatan untuk menunjang usahanya. Supaya apa yang didapatkan pada pelatihan itu bisa dikembangkan.

“Alatnya nanti kita berikan disesuaikan dengan pelatihan yang diikuti,” terangnya.

Untuk mempertahankan kreasi mereka, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan sejumlah pengusaha. Agar mereka bisa memasarkan hasil karya.

”Sehingga ada pasar tempat mereka menjual,” ungkapnya.

Dia berharap, dengan pelatihan itu warga bisa terus mengembangkan bisnisnya.

Sehingga, bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga yang lain.

”Mereka sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis ini. Tetapi, hanya saja tidak ada wadah. Disitulah kami hadir untuk memberikan solusi agar mereka bisa mendapatkan pendapatan,” pungkasnya. (arl/r3)

Editor : Kimda Farida
#Ekonomi #Mataram #Dispar