LombokPost-Sejumlah kendaraan dinas (Randis) masih tercecer.
Hal itu diatensi Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.
"Saya meminta seluruh aset bergerak harus dirapikan," tegas Mohan.
Pihaknya sudah meminta Sekda Kota Mataram H Lalu Alwan Basri untuk mendata kendaraan dinas yang tercecer.
Harus dirapikan dan diperuntukan menunjang kegiatan dinas.
"Seluruh kepala OPD harus menyerahkan data jumlah kendaraan dinas yang digunakan pegawai," kata dia.
Harus juga dipastikan apakah peruntukan sudah sesuai atau tidak.
Diduga penggunaan kendaraan dinas disalahgunakan.
Seperti, ada beberapa kendaraan dinas masih digunakan pegawai purnatugas. Ada juga digunakan oleh keluarga pegawai.
Hal itu, menjadi catatan Korsupgah Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sehingga catatan itu harus ditindaklanjuti.
"Aset bergerak kita ini cukup banyak jadi haru didata dan disesuaikan peruntukannya," pintanya.
Sebelumnya Korsupgah Wilayah V KPK pernah turun.
Yang baru dirapikan hanya kendaraan dinas yang digunakan DPRD Kota Mataram.
Total ada sebanyak delapan kendaraan yang ditarik lembaga antirasuah tersebut.
Dikarenakan, pimpinan DPRD Kota Mataram menggunakan lebih dari satu kendaraan dinas.
Seluruh mobil dinas itu sudah didata langsung pihak Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram.
Kendaraan itu belum dibagi ke beberapa OPD.
Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, pihaknya sudah sidak ke sejumlah OPD. Merapikan sejumlah kendaraan dinas yang digunakan pegawai.
"Saya sudah turun. Sejumlah kendaraan dinas sudah dirapikan," tegas Alwan.
Ada beberapa kendaraan dinas yang masih digunakan pegawai purnatugas ditarik.
Diminta untuk segera dikembalikan.
"Ini memang persoalan lama. Tetapi, sudah ada yang dikembalikan. Kita data dan nanti akan kita tentukan siapa yang akan diberikan. Tujuannya untuk memaksimalkan tugas pegawai terutama dalam memberikan pelayanan ke masyarakat," ujarnya.
Terkait dengan kendaraan dinas yang sudah ditarik dari dewan tidak akan dikembalikan lagi.
Mobil dinas itu akan dimaksimalkan beberapa OPD.
"Di beberapa OPD masih ada yang membutuhkan mobil dinas," ungkapnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida