LombokPost-Golkar NTB mengutus langsung sekretarisnya Firadz Pariska memimpin rombongan untuk melakukan pembicaraan politik dengan elite DPC PDIP Kota Mataram.
Pembicaraan politik ini kaitannya dengan agenda Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Mataram 2024.
‘Turun gunungnya’ elite Golkar NTB untuk lobi-lobi politik terbaca menarik.
Menilik, Pilwali Kota Mataram 2020 silam, koalisi yang dimotori PDIP mengusung Hj Selly Andayani-TGH Abdul Manan memberikan perlawanan sengit ke pasangan pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman yang diusung Golkar.
Lantas, apakah rayuan koalisi Golkar pada PDIP ini mengarah pada duet Mohan-Selly?
“Oh begini yang pasti kami tadi (kemarin, Red) mendaftar sesuai amanat DPP. Sesuai surat tugas yang diberikan, bahwa pak wali (Mohan, Red) diperintah menyiapkan diri kembali menjadi calon wali kota,” kata Firadz Pariska pada Lombok Post, (28/5).
Terkait peluang koalisi Golkar-PDIP, dan kesepakatan mengusung pasangan di luar Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman, menurutnya akan dikembalikan pada hasil survei.
Prinsipnya, Firadz menekankan, Golkar ingin memberikan pasangan calon yang ideal bagi masyarakat kota.
“Semua partai pada intinya ingin menang dan kemenangan dapat diraih jika (pasangan calon) linier dengan keinginan rakyat,” tekannya.
Golkar mengedepankan rasionalitas dalam mengusung pasangan calon.
Salah satu instrumen mengukur rasionalitas dimaksud yakini survei.
Sisi ini ditekankan sebagai sikap politik Golkar yang sangat menghargai harapan dan cita-cita masyarakat.
“Makanya kami saat ini tengah menggelar survei. Logikanya, ngapain kami menggelar survei, kalau bukan untuk mencari yang terbaik?” isyaratnya.
Hanya saja, Firadz belum mau mengomentari spesifik kemungkinan Mohan-Mujib pecah kongsi, jika nanti hasil survei memperlihatkan muncul pasangan Mohan yang lebih ideal dan menjanjikan kemenangan.
“Saya kita itu saja dulu (statemen saya). Penekanannya adalah kami ingin berjalan secara rasional, nanti hasil survei yang menentukan apa hasil yang paling baik. Nanti semua akan terbaca melalui survei,” tegasnya.
Saat mendatangi kantor DPC PDIP Kota Mataram, Firadz membenarkan hanya membawa berkas Mohan sebagai bakal calon wali kota.
Ia kemudian menjelaskan alasan mengapa berkas TGH Mujib tidak dibawa serta.
“Saya kurang tahu (mengenai berkas TGH Mujib). Begini ada alasan (kontekstual) saya bawa berkas pak Mohan saja. Saya ini kan sekretarisnya beliau (Mohan, Red) di DPD Golkar NTB. Jadi tanggung jawab saya membawa berkas beliau,” terangnya.
Secara fungsi ia terikat pada tugas struktural partai yang diembannya.
Firadz pun menepis, pengantaran berkas Mohan tanpa menyertakan berkas TGH Mujib sebagai benih-benih pecah kongsi.
“Yang pasti dalam surat tugas (DPP Golkar, Red) pak Mohan ditugaskan untuk mempersiapkan diri sebagai bakal calon wali kota, sedangkan TGH Mujib mendapatkan tugas mempersiapkan diri sebagai bakal calon wakil wali kota. Saya kira sampai di sana dulu,” tekannya membatasi keterangannya.
Yang menarik selanjutnya adalah isyarat dari Firadz, tengah menimbang-nimbang beberapa nama sebagai pendampingnya.
Isyarat itu disampaikan, saat koran ini menanyakan apakah Mohan telah punya daftar nama calon pendamping.
“Gambaran (siapa nama-nama calon pendamping Mohan, Red), yang pasti nama-nama akan terungkap dalam survei,” ucapnya.
Firadz menggunakan diksi “nama-nama” sebagai isyarat Mohan tengah mempertimbangkan lebih dari satu figur.
Pernyataan ini, secara tidak langsung menepis asumsi Mohan-Mujib atau paket Harum jilid 2 telah final.
“Tidak ada (pembicaraan khusus dengan elite DPC PDIP Kota Mataram) saya hanya datang bersilaturahmi bersama dengan anggota fraksi Golkar Kota Mataram, sekalian membawa berkas pendaftaran pak Mohan,” ucap Firadz mengakhiri penjelasan kedatangannya ke kantor partai berlambang banteng tersebut.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Mataram, Made Slamet mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kedatangan jajaran Partai Golkar untuk mendaftarkan Mohan Roliskana sebagai bakal calon wali kota di Pilkada Mataram 2024.
Dikatakan, Mohan adalah pendaftar ketiga yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran.
Sebelumnya, Ketua DPC Gerindra Kota Mataram Abd Rachman dan politisi muda PPP H Weis Arqurnain telah menyerahkan berkas persyaratan.
“Yang pasti pendaftaran Pak Mohan kami terima untuk kita proses lebih lanjut,” kata Made Slamet.
Lebih lanjut dikatakan, kerja sama politik antara PDIP dan Golkar sudah terbangun sejak periode awal ayah Mohan Roliskana memimpin di Kota Mataram yakni, almarhum HM Ruslan.
“Saat itu almarhum Ruslan diusung PDIP bekerja sama dengan Partai Golkar di Pilkada Mataram tahun 2000 lalu,” kenangnya.
Ia melihat terdapat peluang kerja sama politik PDIP-Golkar di Pilwali 2024.
“Ini bisa mengulang kesuksesan saat memenangkan Pilkada lalu," ujar Made Slamet. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida