LombokPost-Meski sama-sama berlabel Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), terdapat perbedaaan antara TPST Sandubaya dengan TPST yang akan dibangun di Kebon Talo.
Perbedaan ini diungkapkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Denny Nizar Cahyadi.
Denny mengatakan, TPST Kebon Talo akan menggunakan teknologi pemusnah residu sampah.
“Teknologi pembakaran sampahnya berbeda dengan yang di TPST Sandubaya,” katanya.
Residu sampah akan dibakar dengan temperatur super panas.
Yakni mencapai 700 derajat celsius. Tingginya titik didih api yang dihasilkan dapat melumat residu sampah hingga menjadi uap tanpa sisa abu.
“Tidak ada sisa apa-apa. Musnah sama sekali,” ucapnya.
Teknologi pengolahan sampah di Kebon Talo ini dharapkan dapat penunjang TPST Sandubaya yang saat ini sudah lebih dahulu berdiri dan mulai beroperasi.
Denny mengatakan antara TPST Sandubaya dengan rencana pembangunan TPST Sandubaya adalah satu kesatuan atau terintegrasi.
“Kita mengharapkan keberadaan TPST Kebon Talo ini melepas ketergantungan kita pada TPA Kebon Kongoq,” ucapnya.
Saat ini Pemkot Mataram masih menggantungkan diri untuk pembuangan residu sampah ke TPA Kebon Kongoq yang berada di Lombok Barat.
“Kita mau persoalan residu sampah bisa selesai semua di TPST Kebon Talo,” ucapnya.
Berbeda halnya dengan TPST Sandubaya yang sudah mulai beroperasi, TPST Kebon Talo masih dalam rencana.
Proses pembangunan fisiknya menunggu tender oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR.
Seperti halnya TPST Sandubaya, TPST Kebon Talo dibangun oleh kementerian tersebut.
Setelah rampung, barulah akan diserahterimakan pada pemerintah daerah dalam hal ini Pemkot Mataram.
Pemkot Mataram saat ini masih menunggu dan berharap proses tender bisa segera rampung.
Informasi sementara, proses tender TPST Kebon Talo terkendala karena adanya perubahan nomenklatur dan anggaran.
Namun Denny berharap, hal itu tidak mengubah rencana kementerian PUPR membangun fasilitas persampahan berbasis teknologi di Kota Mataram.
Keseriusan pemkot mendapatkan fasilitas tersebut ditunjukkan dengan menyediakan lahan untuk pembangunan TPST.
Denny kembali menekankan, bahwa Pemkot sangat membutuhkan fasilitas tersebut untuk menyelesaikan persoalan sampah di daerah ini.
“Kita tentu tidak bisa ikut campur kalau masalah tender. Kita cuma bisa berharap semoga bisa terlaksana,” pungkasnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida