LombokPost-Kejuaraan MXGP bakal diselenggarakan dua seri Sirkuit Eks Bandara Selaparang. Yakni, tanggal 29-30 Juni dan 6-7 Juli.
Namun, event balap motor cross itu belum terlalu berefel untuk Kota Mataram.
Salah satunya belum mendongkrak okupansi hotel.
“Informasi dari para pelaku hotel hingga Minggu malam, hunian hotel masih normal. Di angka 50-55 persen,” kata Asosiasi Hotel Mataram (AHM) NTB I Made Adiyasa Kurniawan.
Dia belum bisa memastikan, apakah pada saat pelaksanaannya nanti bisa mendongkrak hunian hotel. Sehingga, pihak AHM hanya menargetkan okupansi mencapai 70 persen.
”Tidak berani kita targetkan okupansi hotel 100 persen. Kita targetkan 70 persen,” jelasnya.
Event MXGP itu tidak seperti MotoGP yang sudah dikenal di semua kalangan. Ketika pelaksanaan MXGP hunian hotel terisi penuh.
“Bahkan, para penontonnya harus memesan jauh-jauh hari,” kata dia.
Meski penginapan hotel terbilang masih normal, Adiyasa berharap dua sebelum pelaksanaan MXGP hunian bisa semakin ramai. Karena, memungkinkan beberapa penonton akan memesan hotel H-2 pelaksanaan seri pertama.
”Mudahan saja bisa,” harapnya.
Menurutnya, penonton MXGP sebagian besar adalah warga lokal NTB. Karena, event tersebut tidak telalu populer di level nasional.
”Kebanyakan yang datang penontonnya adalah dari kabupaten/kota lain yang masih berada di wilayah NTB,” ujarnya.
Namun, para penonton yang datang tersebut tidak seluruhnya harus menginap di hotel.
Terkadang mereka mencari hunian kos temannya atau tempat tinggal keluarganya yang berada di Mataram.
”Kalau mereka menginap di hotel kan bisa meningkatkan okupansi,” terangnya.
Dia berharap, pelaksanaan MXGP bisa lebih baik lagi.
Terlebih lagi, nanti yang akan menghibur adalah artis papan atas.
”Nanti kan yang jadi bintang tamu adalah Raisa. Mungkin itu bisa menambah okupansi,” harapnya.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan, Pemkot Mataram tidak mensuport anggaran untuk penyelenggaraan event tersebut. Karena, keterbatasan anggaran.
”Tetapi, kami tetap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraannya,” kata Cahya.
Dispar menyediakan fasilitas tempat. Salah satunya yang digunakan adalah Teras Udayana.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan penyelenggara dari PT Samota Enduro Gemilang.
”Rencananya, Teras Udayana dijadikan sebagai tempat launching,” terangnya.
Dia berharap, pelaksanaan MXGP bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Terutama para pelaku UMKM dan pedagang kecil.
”Kami harapkan bisa menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah),” harapnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida