LombokPost-Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat (Lobar) menyisakan persoalan penanganan sampah di Mataram.
Ratusan ton sampah menumpuk di depo tempat penampungan sampah sementara.
Salah satunya, di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya.
Sampah di lokasi menggunung.
Itu bisa jadi bom waktu.
Sampah di Mataram tak terangkut dan menggunung.
Bahkan, beredar video beberapa truck pengangkut sampah berjejer di depan Tugu Mataram Metro.
Mereka berencana akan membuang sampah ke TPA Kebon Kongok.
”Kalau video truk pengangkut sampah itu parkir di sana karena ada mis informasi,” kata Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Vidi Partisan Yuris Gamanjaya, kemarin.
Para sopir armada pengangkut sampah kumpul di kawasan tersebut karena mereka mendapatkan informasi TPA Kebon Kongok sudah dibuka.
Sehingga mereka berencana akan membuang sampah yang diangkutnya.
”Ternyata mereka salah informasi. Sampai saat ini TPA Kebon Kongok masih tutup,” terangnya.
Penutupan TPA Kebon Kongok karena adanya pembangunan landfill, sejak Sabtu (29/6) lalu. Pembangunannya diperkirakan selesai sampai tanggal 3 Juli.
”Artinya, memungkinkan akan dibuka kembali hari Rabu,” kata dia.
Namun, yang perlu diantisipasi adalah penutupannya melewati batas yang ditentukan. Dalam surat yang diterima penutupannya selama lima hari.
”Bisa saja lebih. Itu yang perlu kita antisipasi,” ungkapnya.
Saat ini, masih mengandalkan TPS Sandubaya sebagai tempat penampungan sementara sampai TPA Kebon Kongok dibuka. Semua depo penampungan sampah di beberapa tempat semua ditumpuk di TPS tersebut.
”Ini kan hanya sementara saja,” terangnya.
Sementara itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern Sandubaya belum bisa dimaksimalkan untuk penampungan.
Karena, pengolahan yang bisa dilakukan TPST modern itu hanya 46 ton per hari.
”Sedangkan sampah yang diangkut setiap hari di Kota Mataram 220 ton. Sisanya dibuang ke TPA Kebon Kongok,” terangnya.
Dikalkulasikan per hari yang memungkinkan bisa dibuang ke TPA Kebon Kongok mencapai 174 ton per hari.
Jika tidak dibuang dalam jangka waktu lima hari sampah yang ditumpuk mencapai 870 ton.
”Jumlah itu masih bisa ditampunglah,” kata dia.
Jika melewati 10 hari TPA Kebon Kongok, tentu bakal menambah masalah baru terhadap penanganan sampah. Harus mencari solusi lain.
“Kalau lebih 10 hari masih ditutup, Allahualamubissawab sudah,” keluh Vidi.
Untuk itu, perlu adanya percepatan terkait dengan penyelesaian pembangunan landfill di TPA Kebon Kongok.
Jangan sampai melewati waktu yang sudah ditentukan.
”Semoga bisa lebih cepat,” kata dia.
Vidi mengatakan, meski hanya dilakukan pembuangan ke TPS Sandubaya, tidak mengganggu anggaran akomodasi.
Karena, biaya bensin armada pengangkut ke TPA Kebon Kongok sudah dianggarkan.
”Biaya akomodasi pengangkutan ke TPA itu belum kita gunakan. Yang digunakan hanya biaya akomodasi pengangkutan sampah dalam kota,” pungkasnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida