LombokPost-Pemkot Mataram bisa bernafas lega.
Tempat Penbuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok yang sebelumnya ditutup, dibuka kembali.
“Informasinya begitu yang kami terima (dibuka hari ini),” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, Rabu (3/7).
Setelah sekitar empat hari TPA itu ditutup aksesnya dari semua jenis kendaraan pengangkut sampah.
Penutupan sendiri dilakukan dalam rangka perluasan landfill pembuangan sampah sebesar 13 are.
Penambahan landfill itu dihitung akan memperpanjang usia TPA Kebon Kongok hingga Desember 2024.
Namun sebelum lahan seluas 13 are itu bisa digunakan, pengelola TPA memasangkan geomembran di lahan tersebut.
Pemasangan geomembran ini untuk mencegah dampak kerusakan lingkungan pada air, tanah, dan udara di sekitar kawasan.
“Lahan sebelumya sudah full,” terangnya.
Dibukanya kembali TPA Kebon Kongok, menandai pembuangan sampah kembali dilakukan ke TPA Regional tersebut.
Denny mengatakan, timnya akan bekerja ekstra akibat penumpukan sampah selama penutupan.
“Selain harus membuang sampah reguler setiap hari, petugas juga harus mengangkut sampah yang kita endapkan di TPST Sandubaya ,” ucapnya.
Petugas sampah akan bekerja dua kali. Pertama pada pagi hari untuk melayani sampah warga yang diproduksi setiap hari.
Sedangkan pada sore hari, akan mengangkut tumpukan sampah yang diendapkan di TPST Sandubaya.
“Teman-teman akan bekerja lembur,” ucapnya.
Sebagai dukungan untuk kerja ekstra para petugas, dinas berencana menambah biaya operasional bagi petugas.
“Ya nanti kita siapkan (tambahan biaya) untuk itu. Termasuk BBM juga akan kita tambah karena mereka bekerja eksta,” paparnya.
Sebanyak 52 unit armada pengangkut sampah dikerahkan. Denny menjelaskan, kondisi armada itu berbeda-beda.
Tetapi ia berharap, mengerahkan semuanya dalam beberapa hari ke depan akan mempercepat pengangkutan sampah yang mengendap di kota.
“30 persen armada kondisinya sangat layak, 40 persen kondisinya sedang, sedangkan sisanya sudah uzur. Ya kita akan tugaskan secara proporsional sesuai kondisinya,” ucapnya.
Akibat penutupan yang berlangsung selama 4 hari, Denny memperkirakan sampah yang mengendap sebanyak 680 ton.
“Asumsi perhari yang mengendap perhari sebesar 170 ton,” ucapnya.
Video Viral Sopir Truk Sampah Lemas
Denny juga sempat mengklarifikasi viralnya video sopir truk sampah Dinas LH Kota Mataram yang lemas.
“Dia lemas karena belum sarapan,” ucapnya.
Apa yang terjadi pada sopir tersebut menunjukkan dedikasi dalam menjalankan tugas.
“Sampai-sampai lupa sarapan, khawatir telat angkut sampah warga,” ucapnya.
Denny berharap, dedikasi para petugas sampah dapat diimbangi dengan ketepatan waktu warga membuang sampah sesuai jadwal yang telah diatur.
Sehingga kebersihan dan kenyamanan kota dapat terpelihara dengan baik.
“Kondisi petugas sudah pulih,” ucapnya.
Sebelumnya, anggota Komisi 3 Ahmad Azhari Gufron mengingatkan pada pemerintah untuk menyiapkan skenario penanganan sampah apabila sewaktu-waktu dilakukan penutupan TPA Kebon Kongok kembali.
“Harus ada lokasi khusus untuk antisipasi, mengingat umur TPA kebon Kongok saat ini hanya sampai akhir tahun ini,” ucapnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida