Itu diapresiasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).
”Penanganan sampah di Mataram ini bisa menjadi percontohan bagi kota di seluruh Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Apeksi Alwis Rustam saat berkunjung ke Mataram, Rabu (3/7).
Lembaga tersebut melihat penanganan sampah yang dilakukan sudah melibatkan semua pihak.
Mulai dari perangkat daerah tingkat bawah hingga paling atas.
”Melibatkan kepala lingkungan hingga keterlibatan Wali Kota Mataram (H Mohan Roliskana) melalui kebijakannya sudah berjalan cukup optimal,” kata dia.
Artinya, masyarakat Kota Mataram telah mendukung upaya penanganan sampah dilakukan secara optimal.
Meskipun seluruh masyarakat kota belum sepenuhnya menjalankan pemilahan sampah dari rumah.
”Itu menjadi pekerjaan bagi Pemkot Mataram untuk terus mensosialisasikan secara masif,” ungkapnya.
Saat ini, Pemkot Mataram memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern.
Tidak semua kota mendapatkan amanah itu.
“Tidak mudah mendapatkan dan membangun TPST ini,” ungkapnya.
Ada di beberapa kota di Indonesia, malah mendapatkan protes dari warganya.
Dikarenakan, potensi tempat pengolahan sampah itu akan mengganggu lingkungan sekitar.
“Tetapi, di Kota Mataram, masyarakatnya mendukung. Tidak ada hambatan pembangunannya,” kata dia.
Padahal, fungsi dari TPST modern itu digunakan untuk pengolahan sampah menjadi bernilai ekonomis.
”Masyarakat di sini juga sudah mulai terlibat secara mandiri, turut mengolah sampah rumahan menjadi budidaya maggot dan pengolahan sampah menjadi gas. Ini cukup bagus,” kata dia.
Pengelolaan sampah di TPST modern itu juga bisa menjadi contoh. Kota Mataram yang memiliki enam kecamatan mampu mengolah sampah menjadi lebih berguna.
Konsepnya nanti setiap dua kecamatan akan dibangunkan TPST modern. Jadi satu TPST mengcover pengolahan sampah di dua kecamatan.
”Ini konsep yang patut ditiru,” ungkapnya.
”Dari 59 kota di Indonesia belum ada kita temukan konsep seperti ini,” sanjungnya.
Jika itu bisa terwujud, Kota Mataram bisa mandiri mengolah sampahnya. Tanpa harus bergantung pada pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok.
”Bisa jadi nantinya tidak ada sampah yang terbuang ke TPA lagi,” harapnya.
Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, apresiasi yang diberikan dari Apeksi atas pengolahan sampah itu menjadi semangat.
Bukan berarti harus bangga dengan apresiasi tersebut.
”Tetap harus kita evaluasi. Membangun program pengolahan sampah lebih baik lagi,” kata Martawang.
Keberadaan TPST modern memang sangat penting. Itu dapat mengurangi residu sampah.
“Makanya kita perlu tambah lokasi TPST. Rencana terakhir akan dibangun di Kebon Talo, Ampenan. Sekarang masih tahap tender,” ujarnya.
Memungkinkan bisa dibangun tahun depan. Jika itu bisa dibangun residu sampah di Mataram akan terus berkurang.
”Semoga penanganan sampah ini bisa jauh lebih baik,” harapnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida