LombokPost-Pelatihan kerja untuk penyandang disabilitas ditiadakan tahun ini.
Tetapi, program tersebut digantikan dengan pemberian sembako.
"Kita programkan tahun depan,” kata Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan.
Berbeda dengan tahun lalu, Dinsos memberikan pelatihan terhadap penyandang disabilitas. Seperti, pelatihan pembuatan sapu bulu dan sapu lidi.
”Kita tidak bisa berikan pelatihan yang terlalu berat, hanya sekedar pemberian pelatihan untuk pengisian waktu luang agar bisa mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Ada belasan penyandang disabilitas yang telah diberikan pelatihan kerja. Mereka tetap dalam pemantauan Dinsos.
“Semua masih produktif menjalani pekerjaannya,” ungkapnya.
Dari data, ada sebanyak 600-an penyandang disabilitas di Mataram. Belum seluruhnya, diberikan pelatihan.
”Kita berikan pelatihan yang memang dikatakan pendapatan ekonominya masih rendah,” ujarnya.
Cara itu juga bagian dari pemberantasan kemiskinan. Dengan mereka diberikan pelatihan kerja, mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
”Tetap bekerja dan mencari nafkah merupakan cara mereka bisa menghasilkan uang,” terangnya.
Meskipun tidak diberikan pelatihan kerja tahun ini, Dinsos tetap memberikan bantuan.
”Pemberian bantuan berupa Bansos (Bantuan Sosial). Berupa sembako dan seragam sekolah bagi difabel yang duduk di bangku sekolah,” kata Adnan.
Khusus sembako yang diberikan berupa beras 5 kilogram, mie instan, biskuit, dan minyak goreng.
”Kalau diuangkan jumlahnya Rp 240 ribu per paket sembako,” ujarnya.
Pemberian sembako pun nanti akan dilihat. Karena, kategori difabel juga ada yang mampu.
”Kita prioritaskan bagi penyandang disabilitas kurang mampu,” ungkapnya.
Jumlahnya masih di data. Setelah pendataan baru bisa dikalkulasikan jumlah bansos yang akan disalurkan.
”Nanti kita salurkan setelah pendataan,” tandasnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida