Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BNN Perbanyak Kelurahan Bersinar di Mataram, Rumah Kos Rawan Jadi Tempat Penyalahgunaan Narkoba

nur cahaya • Rabu, 27 November 2024 | 20:14 WIB

 

JANGAN SENTUH NARKOBA: Sejumlah barang bukti sabu-sabu dijejerkan usai penangkapan dilakukan Tim Satresnarkoba Polresta Mataram, beberapa waktu lalu.HARLI/LOMBOK POST
JANGAN SENTUH NARKOBA: Sejumlah barang bukti sabu-sabu dijejerkan usai penangkapan dilakukan Tim Satresnarkoba Polresta Mataram, beberapa waktu lalu.HARLI/LOMBOK POST

LombokPost-Narkoba menjadi tantangan di Kota Mataram.

Untuk menekan penyebaran barang haram itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram menambah satu wilayah menjadi Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar).

”Kelurahan Mandalika, Sandubaya jadi tambahan kelurahan Bersinar,” kata Kepala BNN Kota Mataram Kombes Pol Yuanita Amelia Sari.

Sebelumnya, sudah ada 10 kelurahan yang ditetapkan sebagai kelurahan Bersinar sejak tahun 2019 lalu.

Diantaranya, Kelurahan Cakra Utara, Karang Taliwang, Bintaro, Dayan Peken, Karang Pule, Dasan Cermen, Pagutan Timur, dan Abian Tubuh Baru.

Ditambah lagi tahun 2024 ada Kelurahan dua kelurahan yaitu Gomong dan Cakra Barat.

”Di Mataram ada 50 kelurahan. Kami targetkan setiap tahun ada dua kelurahan yang bertambah menjadi kelurahan Besinar,” harapnya.

Sasaran kelurahan menjadi bersih dari narkoba untuk mendukung upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Untuk menjadi kelurahan Bersinar memiliki kriteria.

Seperti, terdapat kasus narkotika di wilayahnya.

Tetapi, ada keterlibatan masyarakat untuk peduli dan antusias menciptakan kawasan bersih narkoba.

”Melawan narkoba tidak hanya melibatkan BNN atau aparat penegak hukum. Yang terpenting adalah masyarakat,” ujarnya.

Jika penguatan di tengah masyarakat solid, peredaran gelap narkoba dapat diminimalisir. Yang diperlukan saat ini adalah menekan angka permintaan.

”Kalau kita bisa menjaga keluarga, kerabat, teman untuk menjauhi narkoba, permintaan akan semakin sedikit,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pengungkapan yang dilakukan APH, kos-kosan dan wilayah padat penduduk, serta kawasan kumuh yang kerap dijadikan sebagai tempat penggunaan narkoba.

”Kalau kawasan kumuh identik dengan rawan ekonomi terbatas. Kurang edukasi dan rentan terjadi peredaran narkoba,” ucapnya.

Untuk itu, kawasan tersebut perlu membangun P4GN.

Sosialisasi yang masif dan menanamkan pada jiwa masyarakat agar menjauhi narkoba.

”Melawan narkoba adalah kewajiban kita semua. Demi menyelamatkan generasi bangsa,” pungkasnya. (arl/r3) 

 

 

Editor : Kimda Farida
#BNN #bersinar #penyebaran #Narkotika #Mataram #Narkoba