Di tengah kencangnya arus pembanguan dan peradaban, nilai-nilai agama semakin dibumikan. Langkah, memperjelas identitas dan menyadarkan manusia agar tidak jemawa apalagi lupa pada penciptanya.
------------------------------------------------
PANGGUNG Seleksi Tilwatil Qur’an dan Hadis XXVIII tengah berlangsung. Lantunan merdu dari qari dan qariah, hafiz-hafizah, mufasir-mufasirah membacakan ayat suci Alquran menebar nuansa sejuk dan damai bagi mereka yang mentadabburi (merenungkan dengan mendalam) makna ayat suci.
Wali Kota Mataram Dr H Mohan Roliskana, mengulum senyum pada tamu undangan dan kafilah yang hadir.
Orang nomor satu di Kota Mataram ini, lantas mengungkapkan harapannya, tradisi ini tak boleh lekang oleh waktu.
“Ini adalah tradisi yang positif yang harus terus dipertahankan,” ucapnya, Minggu malam (8/12).
Seluruh peserta yang tampil Di panggung STQH XXVIII Kota Mataram sejatinya putra-putri terbaik ibu kota. Mereka duta-duta terbaik dalam membumikan dan mensyiarkan ajaran Islam yang mulia.
“Proses (mereka bisa tampil di panggung itu) melalui penyelenggaran yang baik dan berjenjang (dari lingkungan hingga kota),” paparnya.
Menggunakan kalimat dengan makna yang mendalam, Mohan menekankan tradisi ini sebagai isyarat hati umat muslim ibu kota masih terketuk nuraninya.
“Ini merupakan bentuk bahwa Allah SWT, membukakan pintu hati kita semua untuk terus menjaga dan merawat Alquran,” ucapnya.
Oleh karennya, pemerintah berkomitmen mendukung dan melestarikan tradisi yang baik untuk tadabbur Alquran dan Hadist ini.
“Tidak ada keraguan bahwa perhatian pemerintah sangat besar terhadap bagaimana Alquran tetap dijaga dan dibumikan di Indonesia,” tekannya.
Secara khusus, Mohan gembira atas keterlibatan lebih banyak anak-anak dan remaja dalam acara ini.
Generasi yang baru tumbuh itu, mendapati dunia dan peradaban yang tengah berlangsung berbeda dengan generasi sebelumnya.
“Bagaimana agar anak-anak kita dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tidak mengkesampingkan aspek-aspek spiritual, agama, dan sosial,” paparnya.
Panggung ini merupakan sarana melahirkan qori-qoriah, hafiz-hafizah, mufasir-mufasirah yang membanggakan bagi daerah. “Dan dapat mewakili Kota Mataram di tingkat yang lebih tinggi lagi,” harapnya.
Panggung utama kegiatan ini di eks Bandara Selaparang, Rembiga. Dan diselenggarakan oleh lembaga tersendiri yang berkenaan dengan pengembangan tilwatil Quran.
Mohan kemudian mengutip ayat Alquran untuk direnungkan bersama.
“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Alquran dan Kami pula yang memeliharanya,” ucapnya mengutip Qs Al Hijr Ayat 9.
Menurutnya ayat ini terbukti nyata hingga saat ini menggerakan hati umat Islam untuk terus membumikan nilai-nilai yang terkandung di dalam kita suci tersebut.
“Ini adalah rahasia Allah yang terus menggerakkan hati umat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan agar Alquran senantiasa hadir dan hidup di tengah masyarakat,” paparnya.
Terakhir, Mohan berharap jalannya seleksi dapat berlangsung dengan baik dan bermartabat.
“Sebagai jalan untuk regenerasi, memberikan inspirasi bagi generasi muda, melalui para senior yang akan bertindak sebagai dewan hakim dalam STQH kali ini. Sehingga nantinya dapat menghasilkan duta-duta Alquran,” pungkasnya.
Pelaksanaan STQH ke-28 tingkat Kota Mataram akan berlangsung dari tanggal 8-12 Desember 2024 dan diikuti 116 peserta.
Kegiatan ini dilaksanakan di tiga majelis, yaitu Majelis 1 di Lapangan Eks Bandara Selaparang, Majelis 2 di Masjid Nurul Yaqin Lingkungan Karang Baru Selatan, dan Majelis 3 di Masjid Baiturahim Lingkungan Suradadi Barat. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN/r3)
Editor : Marthadi