LombokPost-Dua Sekolah Dasar (SD) yang diliburkan karena kebanjiran sudah kembali menjalani aktivitas belajar mengajar seperti biasa.
Dua sekolah itu yakni SDN 3 dan SDN 26 Ampenan yang sebelumnya tergenang air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.
“Sudah kembali normal,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf, Kamis (12/12).
Genangan air yang membanjiri sekolah telah surut. Begitu pula dengan sisa air dalam ruangan kelas telah dikeringkan.
Sebelumnya air sampai masuk di SDN 3 Ampenan. Sedangkan di SDN 26 Ampenan air tergenang di halaman.
Pihak dinas kemudian meliburkan kedua sekolah selama pengeringan air.
“Para guru bergotong royong menguras air di dalam kelas dan halaman sekolah,” ucapnya.
Laporan yang diterima disdik, jumlah sekolah tergenang sebanyak empat sekolah.
Dua di antaranya masih memungkinkan untuk terus dilaksanakan ujian semester ganjil.
“Ya mereka (dua sekolah yang diliburkan, Red) melanjutkan dengan kegiatan ujian semester yang belum dilaksanakan,” ucapnya.
Banjir yang terjadi menghambat kegiatan ujian siswa yang sudah dimulai sejak Senin (9/12) dan berlangsung sampai Sabtu (14/12).
“Kita tidak ingin menunda terlalu lama. Jadi begitu air surut, langsung kembali normal,” ucapnya.
Seperti diketahui, banjir yang terjadi di dua SD merupakan dampak dari hujan deras yang terjadi belakangan ini.
Selain itu, posisi sekolah berada di kawasan hilir sehingga menjadi kawasan limpasan air.
Dikatakan kondisi ini baru terjadi saat ini.
Begitu juga dengan banjir di SMPN 19 Mataram yang terletak di Pagutan, akibat luapan air saluran karena adanya pengalihan aliran air di Jembatan Rumak, Kabupaten Lombok Barat yang saat ini dalam proses pembangunan. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida